Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Silat lidah rumah sakit setelah disebut pakai vaksin palsu

Silat lidah rumah sakit setelah disebut pakai vaksin palsu BPOM sidak vaksin palsu di Medan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan akhirnya mengungkap nama sejumlah fasilitas kesehatan yang diketahui menyediakan vaksin palsu. Di antara sejumlah fasilitas kesehatan yang dimaksud 14 di antaranya adalah rumah sakit yang tersebar di kawasan Jakarta Timur hingga Cikarang.

Nama-nama itu diungkap langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR beberapa waktu lalu.

Keempatbelas rumah sakit tersebut adalah Dr Sander Cikarang, Bhakti Husada terminal Cikarang, Sentral Medika Pasir Gembong, RSIA Puspa Husada, Karya Medika Tambun, Kartika Husada Bekasi, Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi, Multazam Bekasi, Permata Bekasi, RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang, Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur, Elisabeth Narogong Bekasi, Hosana Lippo Cikarang dan Hosana Bekasi. Sebagian besar rumah sakit tersebut mendapatkan vaksin palsu dari seorang sales yang menyalurkan obat dari CV Azka Medika.

Terungkapnya nama-nama fasilitas kesehatan membuat orangtua yang memvaksin di sana resah. Mereka menggeruduk rumah sakit dan meminta pertanggungjawaban.

Seperti di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. Sejumlah orangtua bersama bayinya mengamuk dan mempertanyakan kelalaian rumah sakit sampai tak mengetahui ada vaksin palsu beredar dan balita mereka menjadi korban.

"Kami minta pasien dari tahun 2003 sampai 2016 ini diberikan jaminan. Siapa yang menjamin di luar itu vaksin yang diberikan asli," kata August di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7).

"Maka itu, kami minta jaminan pada pasien. Ada anak yang tak bisa bicara juga setelah diberi vaksin (palsu) di sini. Itu bagaimana nantinya dia," tuntutnya.

Tak bisa mengelak lagi, sejumlah rumah sakit mengakui mereka telah menyediakan vaksin palsu. Bahkan ada yang sejak beberapa tahun lalu.

Namun mereka berdalih vaksin yang masuk karena ulah tangan tak bertanggung jawab lewat jalur tak resmi. Pihak rumah sakit tak mau kalah menyatakan pihaknya korban vaksin palsu.

Berikut klaim pihak rumah sakit setelah namanya diungkap sediakan vaksin palsu:

RS Karya Medika II Tambun, sebut vaksin paslu dibeli karena stok dari langganan kosong

medika ii tambun sebut vaksin paslu dibeli karena stok dari langganan kosong rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

RS Karya Medika II Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membenarkan lima vaksin palsu, beredar di tempat mereka."Dua vaksin palsu yang digunakan itu antara lain PPD dan Engerix B Pediatal," kata Direktur RS Karya Medika II, Tambun, Kecamatan Tambun, dr Dominggus M Efruan Mars di Tambun, demikian dikutip dari Antara, Jumat (15/7).Dikatakannya, pembelian vaksin ini awal mulanya penawaran dari CV Azka Medica melalui email. Dan terjadilah kerjasama sejak 2012 sampai terungkapnya kasus vaksin palsu.Pembelian ini dikarenakan persediaan obat maupun vaksin kosong, sehingga dilakukan pembelian dari beberapa distributor yang sudah menjadi langganannya.

RS Harapan Bunda justru berdalih jadi korban vaksin palsu

bunda justru berdalih jadi korban vaksin palsu rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketua Komite Medis Rumah Harapan Bunda, Dokter Seto Hanggoro mengaku, pihaknya hanya menjadi korban dalam kasus peredaran vaksin palsu. Dia berdalih masuknya vaksin palsu melalui oknum dokter berinisial I dan perawat berinisial I tidak diketahui pihak rumah sakit."Saya terus terang prihatin yang dalam atas kejadian adanya indikasi vaksin palsu di RS Harapan Bunda. Kami juga korban atas kejadian ini," kata Seto di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7).Hal tersebut diucapkan Seto saat membacakan pernyataan pihak RS di depan ratusan orang tua pasien siang tadi. Pernyataan Seto pun sontak membuat warga geram."Kami yang korban, bukan anda. Anda hanya menikmati uangnya saja," teriak salah satu warga.Mendengar protes dari warga, Seto yang didampingi manajemen RS yang lain pun memberikan pembelaan. Dia menyebut peredaran vaksin palsu di lingkungannya dilakukan secara pribadi oleh oknum dokter berinisial I dan perawat berinisial I.Lebih lanjut, dia menjamin RS Harapan Bunda membeli vaksin dari distributor resmi. Namun, pada periode bulan Maret-Juni diakuinya terjadi kekosongan ketersediaan vaksin."Ada juga oknum RS, dalam hal ini perawat yang menawarkan vaksin itu ke dokter anak yang praktik di sini. Pihak rumah sakit tidak tahu," pungkasnya.

RS Permata Bekasi mengaku sulit bedakan vaksin palsu

bekasi mengaku sulit bedakan vaksin palsu rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

RS Permata Bekasi, adalah salah satu dari 14 RS yang dirilis Kementerian Kesehatan karena diduga menyediakan vaksin palsu. Sebagai tindak lanjut temuan itu, tiga pegawai Rumah Sakit Permata telah diperiksa sebagai saksi."Pihak kami sudah diperiksa polisi dari bagian umum sebanyak tiga orang," kata Konsultan Perusahaan RS Permata Bekasi Ahmad di Bekasi. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (16/7).Menurut dia, ketiganya adalah pegawai bagian umum bukan dari perawat. Pemeriksaan seputar tudingan yang menyebut rumah sakit yang beralamat di Jalan Legenda Raya Kecamatan Mustika Jaya menggunakan vaksin palsu dari distributor tidak resmi CV Azka Medica.Ahmad mengaku tidak menapikan tudingan itu, sebab pihaknya memang membeli satu jenis vaksin yang diduga palsu jenis Pediacel untuk antisipasi DPT, HiB dan Polio dari distributor CV Azka Medica."Rumah sakit kami selama ini tidak pernah mendapat edaran dari pemerintah mengenai daftar perusahaan yang dinyatakan resmi sebagai distributor obat atau alat kesehatan," katanya.Ahmad mengatakan, pihak rumah sakit selama ini merasa kesulitan membedakan jenis vaksin asli dan palsu karena bentuk fisik yang relatif mirip."Alasan kami memilih distributor CV Azka Medical juga dikarenakan sulitnya membedakan vaksin asli dan palsu. Sebab harga tidak jauh berbeda yakni Rp 866 ribu per vial yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah," katanya.Selain itu, kemasan yang digunakan pun mirip dengan distributor lain dengan ciri memiliki batch register Dirjen POM, masa kadaluarsa, nomor register dan keterangan principal.

RS Sander Cikarang klaim sudah curigai keanehan vaksin CV Azka Medika

cikarang klaim sudah curigai keanehan vaksin cv azka medika rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

RS dr. Sander B Cikarang adalah salah satu dari 14 rumah sakit yang sebut Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin palsu. Direktur Operasional RS dr. Sander B Cikarang, dr. Desianti Saraswaty, memperkirakan sejumlah pasien balita mulai memakai vaksin palsu sejak April 2015."Kami minta maaf kepada masyarakat. Meski kami juga menjadi korban, namun masyarakat adalah pihak paling dirugikan. Itulah sebabnya, kami memberikan solusi melalui vaksinasi ulang secara cuma-cuma," kata Desianti. Demikian dilansir dari Antara, Sabtu (16/7).Data sementara, katanya, selama kurun waktu itu ada 63 pasien anak yang harus divaksin ulang. Pihak rumah sakit akan menghubungi keluarga pasien untuk melakukan vaksin ulang."Kami memiliki data semua penerima vaksin bermasalah. Jumlah penerima vaksin bermasalah di tempat kami relatif sedikit. Karena dari 12 jenis vaksin di rumah sakit kami, memang hanya dua yang bermasalah yaitu Pediacel dan Hepatitis B," ujarnya.Dia membeberkan awal mula rumah sakitnya, bisa menyediakan vaksin palsu tersebut. Pada Februari hingga Maret 2015 lalu, katanya, terjadi kelangkaan vaksin. Hampir semua vendor atau penyedia tidak memiliki ketersediaan vaksin, padahal di sisi lain permintaan tetap tinggi, karena selalu terdapat anak yang harus divaksin.Pada saat itulah muncul penawaran dari CV Azka Medical, dengan Nomor 027/AM/2015 tertanggal 28 April 2015.Awalnya, lanjut Deasy, sapaan dia, rumah sakit sama sekali tidak curiga dan tidak tahu bahwa vaksin dari CV Azka Medical, bermasalah. Sebab perusahaan tersebut bertindak selayaknya distributor resmi, seperti adanya purchase order (PO).Dari sisi harga, dia mengungkapkan, pembelian dilakukan dengan harga wajar. Bahkan, beberapa vaksin dari penyedia tersebut justru lebih mahal dari yang selama ini dibelinya dari distributor lain, di antaranya vaksin jenis Rotarix.Vaksin tersebut dijual Azka Medical seharga Rp 320 ribu/boks. Sedangkan harga dari distributor sebelumnya, yakni PT Anugerah Argon Medica, hanya Rp 205 ribu/boks."Bukan hanya RS dr. Sander B Cikarang yang merupakan rumah sakit kecil, namun rumah sakit besar pun banyak yang kecolongan," katanya.Dia mengklaim, sekitar April-Mei 2016, sebelum kasus vaksin palsu terkuak di media massa, pihaknya mulai mencium keanehan, di antaranya, volume vaksin ternyata hanya 0,40-,45 cc, padahal, seharusnya 0,50 cc. Sebagai antisipasi adanya vaksin yang tersisa ketika dokter membuang udara dalam jarum suntik.Pihaknya juga sempat melakukan komplain kepada CV Azka Medical. Perusahaan itu malah coba meyakinkan dengan mengeluarkan surat jaminan 100 persen keaslian melalui surat bernomor 019/AM/06-16 tanggal 01 Juni 2016."Jadi, jauh sebelum peristiwa tersebut meledak, kami sudah melakukan langkah-langkah pengamanan," katanya.

 

(mdk/hrs)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP