Menhan ingatkan jangan ada pihak yang memancing emosi soal PKI
"Saya di sini tidak mau memprovokasi tapi mengingatkan. Yang dulu, sudahlah."
Simbol palu dan arit dalam berbagai bentuk belakangan kembali muncul dan mendapat perhatian serius aparat. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
"Saya sebagai Menhan menginginkan, negara ini tidak boleh ribut-ribut, damai. Kalau (saya) ngajak ribut berarti Menhan tidak benar itu. Apalagi ada pertumpahan darah," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (13/5).
"Saya di sini tidak mau memprovokasi tapi mengingatkan. Yang dulu, sudahlah. Lebih baik kita membangun negara yang berlandaskan Pancasila," tegasnya.
Namun, kata Menhan, dirinya mengingatkan pula agar warga Indonesia berpegang teguh pada Pancasila dan juga Undang-Undang 1945, sehingga tidak mudah terprovokasi.
"Kita sebagai komponen bangsa yang setia pada NKRI dan berlandaskan Pancasila dan UU 45, harus waspada dengan bahaya laten komunis yang dimotori PKI," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, selaku Menhan dirinya menegaskan kalau masalah dulu jangan diungkit kembali kepada anak cucu.
"Saya berkali-kali mengingatkan, jangan ada pihak memancing-memancing untuk membangkitkan emosi. Ini lama-lama terpancing ini. Dan saya heran kakek-kakek ini yang dikeluarkan anak-anak cucunya. Ini pengecut juga ini," pungkasnya.
Baca juga:
Kejati Riau pantau peredaran buku paham komunis di toko-toko
FUI: Ada wacana membalikkan sejarah kalau PKI korban tak berdosa
Paranoid paham komunis tumbuh membatasi dunia pendidikan
Setelah kaos, polisi kini sita buku-buku berbau komunis
Larang buku dan diskusi, era Jokowi seperti Orde Baru
Ini penampakan stiker palu arit yang gegerkan warga Palembang