Mengadu diperkosa dosen, mahasiswi Palembang malah dituduh selingkuh
Pelaku dan istri merupakan dosen. Pelaku mengancam tak meloloskan skripsi korban jika menolak memuaskan nafsunya.
Maksud hati meminta perlindungan dari dosen karena diperkosa sebanyak tiga kali, BR (21) justru menerima perlakuan keji berupa tuduhan berselingkuh. Mahasiswi tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang itu akhirnya melapor ke orang tua dan polisi.
BR mengaku awalnya bermaksud menutupi aib tersebut demi skripsinya tuntas dan menyelesaikan kuliahnya. Namun perkosaan berulang-ulang yang dialaminya membuat korban memilih mengadu ke istri terlapor berinisial EL, yang tak lain adalah dosen pembimbingnya.
Sial, sudah berkata jujur, korban dituduh EL berselingkuh dengan terlapor. Tuduhan itu membuat syok dan bingung berbuat apalagi.
"Saya ngadu itu minta perlindungan biar tidak diperkosa lagi, tapi malah dituduh selingkuh. Saya ini diperkosa suaminya dosen pembimbingnya saya," ungkap BR saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (29/4).
Kemudian, korban bercerita kepada orang tua. Pihak keluarga akhirnya datang ke Palembang menemui terlapor untuk diminta pengakuan. Awalnya, terlapor mengelak tuduhan itu. Namun setelah didesak, terlapor mengakui sudah berbuat keji terhadap BR.
"Tapi dia ngakunya cuma sekali, padahal tiga kali perkosa saya. Saya minta tanggung jawab, tangkap dia dan skripsi saya tidak ada masalah lagi," kata dia.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Indo Global Mandiri Palembang, John Ronicoyanda membenarkan jika DS merupakan dosen yang mengajar di kampusnya. Pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap DS atas tuduhan tersebut.
"Kalau memang tuduhan itu benar, pasti dia kita pecat sebagai dosen kami. Dia merusak nama baik kampus kami," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, diduga melakukan perkosaan terhadap mahasiswi, seorang dosen universitas swasta di Palembang berinisial DS (55) dilaporkan ke polisi. Korban adalah BR (21) asal Jambi yang merupakan mahasiswi tingkat akhir di kampus tempat istri terlapor mengajar.
Peristiwa itu bermula saat dirinya rajin datang menemui dosen pembimbingnya berinisial EL yang merupakan istri DS untuk konsultasi tugas skripsi. Di kontrakan itu, korban juga bertemu dengan terlapor yang juga berstatus sebagai dosen namun di kampus berbeda di Palembang.
Sering bertemu, terjalin keakraban antara korban dan pasangan suami istri dosen tersebut. Korban juga sakingnya dianggap sebagai anak oleh mereka.
Bahkan, lantaran skripsi yang dibuatnya mengalami kendala, terlapor DS turut membantu mencarikan sample penelitian. Ketika korban pulang ke Jambi, terlapor memberitahu jika sample tersebut sudah didapatkan.
Mendengar kabar itu, korban langsung kembali ke Palembang. Sesampainya di kota itu, terlapor menjemputnya sendirian dan dibawa ke kontrakannya. Sementara istri terlapor menginap di rumahnya di Indralaya, Ogan Ilir.
Karena kelelahan setelah melakukan perjalanan darat sekitar delapan jam, korban tertidur pulas tanpa mengganti pakaian sebelumnya. Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan terlapor untuk menggaulinya.
Dalam kondisi tidur, korban berjilbab tersebut diperkosa terlapor. Merasa ada yang aneh, korban terbangun dan kaget terlapor sudah menindihnya. Korban melawan sekuat tenaga dan berteriak sekencang-kencangnya.
Namun, usaha korban mempertahankan mahkotanya sia-sia karena mendapat ancaman skripsinya tidak akan tuntas. Akhirnya terjadilah perkosaan terhadap mahasiswi oleh suami dosen pembimbingnya.
Nasib malang korban tak sampai di situ saja. Berbekal ancaman, terlapor kembali meluapkan nafsu bejatnya hingga tiga kali. Terakhir, perkosaan itu terjadi di indekos korban pada 16 April 2016.
Baca juga:
Diancam skripsi mandek, mahasiswi Palembang mengaku diperkosa dosen
Dibuntuti saat pergi mandi ke sungai, gadis nyaris diperkosa buruh
Anam nekat memperkosa karena ditantang korban wani piro
Choirul Anam, tersangka pemerkosaan kabur dari Mapolres Malang
Pulang ke rumah, tersangka pemerkosaan yang kabur dari sel bekuk
Anam yang perkosa istri kawan kabur berdalih bosan dipenjara
Per 2017, semua ponsel di India wajib punya tombol anti pemerkosaan