LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Melihat tadarus kaum tunanetra di Medan

Mereka menyatakan kegiatan itu rutin dilakukan penyandang tunanetra.

2016-06-09 14:28:22
Ramadan 2016
Advertisement

Jenny Heryani (52) tampak tekun menyimak bacaan Alquran yang dilantunkan temannya. Jemarinya terus bergerak meraba huruf braille yang tersusun sebagai ayat suci.

Perempuan ini merupakan seorang di antara puluhan penyandang tunanetra, turut serta dalam tadarus Alquran pada Ramadan 1437 H, digelar di kantor Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara (Sumut), Jalan Sampul, Medan, Kamis (9/6)

"Kami memang tadarus di sini setiap hari Kamis. Ini sudah kegiatan tahunan Pertuni Sumut," kata Jenny yang merupakan pensiunan guru Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman ini.

Suasana tadarus Alquran di kantor Pertuni Sumut begitu khidmat. Lantunan ayat suci Alquran dibacakan dengan merdu. Seorang guru yang juga tunanetra terus memandu tadarus itu. Seperti anggota lainnya, dia juga menyimak dan mengoreksi bacaan peserta.

Ada dua ruangan yang digunakan untuk tadarus Alquran kali ini. Selain ruang tengah, para anggota Pertuni juga menggunakan musala terletak di bagian belakang buat menggelar ibadah ini. Pengurus sengaja membagi lokasi tadarus agar semua anggota yang hadir mendapat kesempatan membaca Alquran.

"Kita tadarus dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, sebelum salat Zuhur," kata Ketua DPD Pertuni Sumut, Khairul Batubara (50).

Tak semua anggota Pertuni beragama Islam dapat hadir mengikuti tadarus Alquran itu. Tadarus Kamis pertama ini diikuti 28 anggota.

"Sebenarnya ada 120 anggota yang sudah bisa membaca Alquran huruf braille. Namun yang menyatakan akan hadir 40 orang. Dari 40 orang itu ada beberapa orang yang tidak hadir, karena tidak punya ongkos," jelas Khairul.

Selain tadarus, para penyandang tunanetra ini juga menyatakan rutin membaca Alquran di rumah masing-masing. "Kita juga ada program 1 juz 1 hari. Ada 38 anggota yang mengikuti program ini," ujar Khairul.

Selain tadarus, Pertuni Sumut menggelar pengajian, sedekah, dan berbuka bersama. "Kalau khatam Alquran biasanya setiap 17 Ramadan. Juga akan ada Halalbihalal setelah Idul Fitri," tutup Khairul.

Baca juga:
Melihat tadarus kaum tunanetra di Medan
Bikin haru, mereka bukan mau begal mobil tapi ajak berbuka puasa
Ucapan Subhanallah dan Maasha Allah sering tertukar
Selama Ramadan, jualan kue basah di siang hari di Aceh bisa dicambuk
Pengemis dadakan banjiri Solo saat Ramadan
Sidak siang Ramadan, Polisi Syariah tutup paksa warung makan

Advertisement
(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.