Pengemis dadakan banjiri Solo saat Ramadan
Merdeka.com - Momen Ramadan kerap dimanfaatkan pengemis dadakan mengais rezeki. Di Kota Solo, kondisi itu sudah lazim.
Puluhan bahkan ratusan pengemis menyerbu ke perkampungan di seluruh penjuru kota. Mengantisipasi hal itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Solo terus berkeliling. Mereka mewaspadai membeludaknya pengemis dadakan yang tak hanya menyerbu perkampungan, tapi juga kawasan pusat keramaian kota, seperti mal dan pertokoan.
"Kami sudah memetakan lokasi rawan kemunculan pengemis dadakan selama Ramadan. Di antaranya kawasan pertokoan di Jalan Kapten Mulyadi Kecamatan Pasar Kliwon, Gading, kawasan Coyudan, hingga Pasar Singosaren, Solo Grand Mal (SGM), Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), Benteng Trade Center (BTC), pasar tradisional serta lingkungan perkampungan warga," kata Kepala Satpol PP Solo, Sutarjo, Kamis (9/6).
Sutarjo berjanji memperketat pengawasan di lokasi rawan pengemis dadakan. Yakni dengan mengerahkan puluhan tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) di lokasi rawan. Dia mengaku telah menerima banyak laporan dari warga yang resah akan keberadaan para pengemis.
"Sudah banyak warga yang lapor. Mereka, para pengemis itu sering berkeliaran dari rumah ke rumah warga," ujar Sutarjo.
Sutarjo melanjutkan, para petugas akan mengamankan pengemis jika mereka kedapatan meminta-minta kepada warga. Selanjutnya, para pengemis akan dibawa ke kantor Satpol PP, kemudian dipulangkan ke daerah asal.
Baca juga:
Kemensos sebut 5.000 pengemis masuk Jakarta saat Ramadan
Komplotan pengemis di Banda Aceh ditangkap Satpol PP
Jelang Idul Fitri, Dinsos DKI akan perketat maraknya manusia gerobak
Banyak razia PMKS, petugas kewalahan panti sosial sudah overload
35 Pengemis gendong anak dan gelandangan digaruk Satpol PP Solo
Pemulung di Bengkalis berebut sisa pemusnahan bawang merah ilegal (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya