Mayat Feby sempat akan dibuang di Depok dan KBT
Kepada Daniel, Edo mengaku baru menabrak orang hingga tewas dan dia ingin membuang mayatnya.
Edo (22) panik usai menghabisi Feby Lorita. Namun dengan cekatan, Edo lalu mengangkut jasad Feby ke dalam mobil Nissan March milik korban. Edo bermaksud menghilangkan jejak dengan membuang mayat dan mobilnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas, Edo mengaku awalnya akan membuang mayat Feby di kawasan Juanda, Depok, Jawa Barat. Namun hal ini urung dilakukannya pemuda asal Siantar ini.
"Usai dibunuh di Gadog, mayat korban tadinya mau dibuang di Juanda, Depok, tapi karena ada razia petugas, dia batalkan," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Senin (3/2).
Karena takut, Edo lalu menghubungi kakaknya, Daniel. Kepada Daniel, Edo mengaku baru menabrak orang hingga tewas dan dia ingin membuang mayatnya.
"Lalu dibantulah Edo ini sama abangnya si Daniel. Mereka lalu mutar-mutar dan sampai ke Kanal Banjir Timur (KBT). Mereka awalnya mau buang di situ, tapi ada polisi juga, akhirnya batal," ujar Mulyadi.
Baru akhirnya Edo dan Daniel menemukan tempat yang dinilai sepi. Mobil Nissan March yang berisi mayat Feby dalam bagasi ditinggalkan begitu saja di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur yang relatif sepi.
"Edo juga sempat mengambil aki mobil itu. Nantinya aki itu akan dipasang di mobil Avanza untuk kabur, tetapi ternyata tidak bisa nyala," terangnya.
Edo juga sempat mengambil cincin dan giwang milik mahasiswi Untar itu. Edo lalu kabur ke kampung halamannya di Siantar.
"Dari keterangan saksi dan alat bukti yang ada, pelaku mengarah ke Edo. Lalu kami tangkap kemarin di kampung halamannya di Siantar," imbuhnya.
Baca juga:
Ini pembunuh Feby, wanita yang ditinggal di bagasi Nissan March
Edo: Gue pengen pacarin Feby biar dapat kerjaan
Edo kesal Feby keplak kepala saat tolak cintanya
Sebelum membunuh, Edo tonjok Feby hingga giginya rontok
Feby Lorita dibunuh gara-gara tolak cinta tersangka Edo