Edo kesal Feby keplak kepala saat tolak cintanya
Merdeka.com - Asido alias Edo (22), pelaku pembunuhan Feby Lorita (31) ditangkap polisi di rumah kakeknya, di Siantar, Sumatera Utara. Edo mengaku tidak ada niat membunuh Feby setelah cintanya ditolak. Edo pun mengaku telah memiliki kekasih.
"Mulanya enggak niat (membunuh). Tapi ada omongan dia, yang enggak enak saat nolak cinta saya. Dia keplak kepala saya dan katain saya tai," kata Edo di Mapolres Jakarta Timur, Senin (3/2).
Setelah membunuh, Edo pun mengaku awalnya tidak berniat untuk membuang jenazah korban di TPU Pondok Kelapa. Namun karena panik, dan takut terkena razia polisi, ia pun lalu meninggalkan mobil Nisaan March berisi jenazah Feby.
"Sampai ke Pondok Gede, enggak ada niat dibuang, karena nemu razia beberapa kali, saya terus panik, dan saya taruh di TPU Pondok Kelapa," ungkapnya.
Edo mengatakan, nyawa Feby dihabisi di rumah keluarganya yang berada di kawasan Gadog, Jawa Barat. Edo mengaku tega membunuh Feby karena takut dilaporkan ke polisi karena telah menganiaya korban.
"Waktu cekcok saya sempat mukul dia, saya takut dia lapor ke polisi. Akhirnya malam harinya saya bunuh, karena saya kira dia mau kabur," katanya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya