Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum membunuh, Edo tonjok Feby hingga giginya rontok

Sebelum membunuh, Edo tonjok Feby hingga giginya rontok Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan wanita yang mayatnya disimpan dalam bagasi mobil Nissan March akhirnya terungkap. Korban Feby Lorita dibunuh oleh tersangka Edo, 22 Januari lalu.

Menurut Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, motif pembunuhan tersebut adalah asmara. Tersangka tak terima lantaran cintanya ditolak oleh korban.

"Dia dibunuh setelah siangnya sempat cekcok, karena Feby tidak mau jadi kekasih Edo. Akhirnya malam harinya dibawa ke Gadog, baru malamnya di bunuh," jelas Mulyadi, Senin (3/2).

Menurut Mulyadi, kasus pembunuhan berbumbu asmara itu berawal dari lima bulan lalu. Korban Feby tinggal di apartemen di kawasan Cibubur. Pelaku Edo juga tinggal di tower yang sama bersama kekasihnya.

Namun Edo memang playboy, meski sudah tinggal satu kamar bersama pacarnya, pria asal Siantar ini tetap berusaha mendekati Feby. Singkat cerita, Edo dan Feby memang akhirnya dekat meski belum resmi pacaran.

Lalu pada tanggal 21 Januari lalu, Edo dan Feby jalan-jalan menggunakan mobil Nissan March milik mahasiswi Untar itu. Di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Edo lalu mengutarakan perasaannya kepada Feby.

Namun sayang, cinta Edo bertepuk sebelah tangan. Wanita berkulit putih itu menolak cinta Edo. Feby menolak lantaran Edo sudah memiliki pacar.

"Gara-gara ini keduanya lalu cekcok di mobil. Feby sempat mencakar dan memukul Edo. Edo yang kalap juga memukul hingga gigi Feby rontok," ujar Mulyadi.

Namun setelah Edo merayu, keduanya akhirnya berdamai. Namun demikian, Feby yang tak terima dipukul hingga membuat giginya tanggal meminta uang Rp 10 juta kepada Edo.

"Kalau tidak, Edo bakal dilaporin ke polisi atas kasus penganiayaan," terangnya.

Edo pun berpura-pura menyanggupi. Edo lalu membawa Feby ke rumahnya di daerah Gadog, Bogor. Edo beralasan akan mengambil uang Rp 10 juta yang diminta korban.

Rupanya rumah di Gadog itu kosong, Edo pun memaksa Feby tinggal dan menginap di rumah tersebut.

"Sekitar pukul 3 malam (Rabu 22 Januari) Feby keluar dari kamar, tetapi kemudian terlibat cekcok dengan Edo. Edo menuding kalau Feby akan kabur. Edo yang kalap lalu mencekik Feby. Pelaku juga menusukkan pisau ke leher Feby hingga akhirnya korban tewas," terangnya.

Mengetahui korban tewas, Edo lalu bergegas mengangkut korban ke bagasi mobil Nissa March. Edo ingin membuang mayat Feby yang tewas dengan luka tusuk di leher.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP