LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Masyarakat Morotai tolak eks Gafatar berkedok transmigran

Masyarakat Morotai tidak ingin daerahnya terkontaminasi ajaran Gafatar.

2016-03-11 16:27:24
Gafatar
Advertisement

Masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menolak jika daerahnya dijadikan lokasi penempatan transmigran mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah di daerah tersebut.

"Masyarakat Morotai menginginkan daerahnya tetap tenang, dan tidak terganggu dengan adanya ideologi menyimpang seperti Gafatar," kata seorang tokoh masyarakat Morotai, Muhammad Salim di Ternate, Jumat (11/3).

Penolakan itu menangapi adanya rencana pemerintah untuk mengirim mantan anggota Gafatar sebagai transmigran di berbagai daerah di Indonesia.

Kabupaten Pulau Morotai merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Maluku Utara saat ini masih menerima penempatan transmigran untuk mempercepat pengembangan potensi sumber daya alam, khususnya sektor pertanian dan perkebunan.

Muhammad, meski mantan anggota Gafatar yang akan dikirim menjadi transmigran itu melalui proses seleksi dan telah mendapat pembinaan dari instansi terkait.

Namun, masyarakat Morotai tetap tidak menghendaki masuknya transmigran mantan anggota Gafatar. Tidak tertutup kemungkinan setelah mereka menetap di Morotai, transmigran itu kembali menganut ideologi Gafatar dan menyebarkannya kepada masyarakat setempat.

Menurutnya, pemerintah pusat harus mempertimbangkan dengan matang aspirasi masyarakat, jika ingin menempatkan transmigran mantan anggota Gafatar di Morotai, termasuk di daerah lainnya di Maluku Utara, guna mencegah munculnya masalah baru dengan masyarakat lokal.

"Kehadiran transmigran di suatu daerah adalah untuk membangun daerah bersama masyarakat setempat. Hanya saja, kalau antara transmigran dan masyarakat lokal terjadi konflik. Apalagi kalau konfliknya menyangkut masalah yang sangat sensitif seperti ideologi Gafatar," pungkasnya seperti dilansir Antara.

Baca juga:
Anak-anak di pengungsian eks Gafatar diajarkan kalimat tasbih
Eks Gafatar di Depok resah tak punya pemasukan
Kasus Gafatar, Bareskrim buka peluang periksa Ahmad Musadeq
Di penampungan, warga eks Gafatar bingung melanjutkan hidup
Bareskrim masih fokus usut dugaan penistaan agama dilakukan Gafatar?

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.