Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eks Gafatar di Depok resah tak punya pemasukan

Eks Gafatar di Depok resah tak punya pemasukan Gafatar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Para mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengaku resah. Sebab, mereka sudah tidak memiliki pekerjaan dan aset bisa digunakan buat menopang hidup sehari-hari.

"Mereka jual aset yang dipunya untuk pindah ke Kalimantan, lalu dipulangkan, dan kini tidak punya apa-apa lagi," kata Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Depok, Neneng Rochaeni, saat Bimtek di Sekarpeni, Senin (7/3).

Supaya para eks Gafatar bisa lebih maju dan tidak memiliki kekhawatiran, maka pihaknya melakukan pembinaan terhadap mereka. Kesbangpol Depok juga menggandeng tim psikologi dari Universitas Indonesia buat menggunakan metode tepat. Itu dibutuhkan supaya eks Gafatar tidak merasa terasing dan lebih terbuka dalam menerima masukan.

"Psikolog UI pakai metode persuasif. Kita tidak bisa sembarangan melakukan pendekatan, pakar lebih tahu apa yang harus dilakukan," ujar Neneng.

Neneng melanjutkan, dalam bimtek, eks Gafatar dan juga peserta lainnya dibagi menjadi kelompok secara acak. Kemudian, diberi pertanyaan seputar harapan, curahan hati serta perasaan mereka selama ini. Hal ini sebagai bentuk pendekatan kepada eks Gafatar.

"Di kelompok itu kami juga menyampaikan ideologi Pancasila. Pembicara juga ada dari Kodim 0508 dan Polres Depok. Mereka menyampaikan bahwa sebagai warga negara yang baik harus taat pada aturan yang berlaku. Jika ingin berpaham berbeda, cukup dikonsumsi sendiri, tidak disebarluaskan," ucap Neneng. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP