Anak-anak di pengungsian eks Gafatar diajarkan kalimat tasbih
Merdeka.com - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) salah satu organisasi terlarang dan sesat. Sebab dalam ajarannya, organisasi tersebut melakukan hal menyimpang yang tidak sesuai dengan kaidah Islam. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu warga Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat mengusir serta membakar perkampungan eks Gafatar.
Kini mereka pun kembali ke kampung halamannya masing-masing. Untuk memulihkan kondisi pasca tindakan warga Mempawah eks Gafatar diberikan pembinaan, khususnya kepada anak-anak.
Seperti yang terjadi di Gorontalo, anak-anak eks Gafatar dibina oleh Polisi Wanita Kepolisian Resor Gorontalo. Dalam pembinaan yang dilakukan di penampungan Mess Haji Gorontalo, para bocah diajarkan ucapan basmalah dan hamdalah.
Dikutip dari Humas Polres Gorontalo, Kamis (25/2), pembinaan ini juga melibatkan anggota Saka Bhayangkara Polres Gorontalo Kota. Anggota Saka juga mengajarkan lagu pramuka kepada anak-anak tersebut. Selain itu, mereka diberikan buku gambar serta perlengkapannya.
Anak-anak itu pun terlihat gembira dan ceria bisa menggambar bersama. Mereka berbaur dengan akrab dengan para polwan tersebut.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya