LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Masyarakat mengeluh makin banyak hotel jajah Pantai Kuta

Ironisnya, pihak pemerintah malah tampak adem ayem dalam menyikapi hal ini untuk melakukan penertiban.

2014-11-08 23:32:00
Pariwisata Bali
Advertisement

Pengkavlingan pantai di sejumlah kawasan pesisir Kuta Selatan makin marak. Padahal kawasan pantai merupakan areal publik yang tidak berhak dikavling apalagi diklaim sebagai milik pribadi atau kelompok.

Ironisnya, pihak pemerintah malah tampak adem ayem dalam menyikapi hal ini untuk melakukan penertiban. Dugaan terjadinya pengkavlingan pantai ini dilontarkan oleh salah seorang Tokoh Masyarakat Kuta Selatan, Wayan Dharma ditemui di Kuta Selatan, Sabtu (8/11).

Ia memaparkan, di sejumlah pantai ada yang seperti sengaja dipasangi pembatas menggunakan pelampung sehingga tidak ada pihak luar yang diperbolehkan melintas di pesisir ini.

Pihak hotel beralasan hal ini dilakukan untuk menghindari ada wisatawan yang tercebur atau tenggelam di sana. Padahal, Kata Wakil Ketua I Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali ini, semestinya kalau memang areal tersebut berbahaya cukup dipasangi tanda larangan atau bendera tanda bahaya.

"Ini kan sepertinya alasan saja, hal seperti ini semestinya tidak boleh terjadi. Kalau semua begini habis pantai ini, masyarakat mau ke mana," kata Dharma.

Selain itu menurut dia, ada sejumlah titik pantai yang hingga saat ini cukup sulit dijangkau oleh publik secara umum. Namun mampu dijangkau melalui akomodasi pariwisata di sekitarnya. Hingga terkesan terjadi semacam privatisasi pantai oleh usaha ini.

"Hal ini menurut saya perlu mendapat perhatian untuk ke depan. Sehingga pesisir betul-betul mampu berguna sesuai dengan fungsinya sebagai area publik," imbuh Dharma.

Baca juga:
Usaha pijat sek-esek di Kuta Bali menjamur tanpa pengawasan
Pantai Jerman yang tergusur oleh industri pariwisata di Kuta
Aman dari bencana tsunami, 3 hotel di Bali dapat sertifikasi
Menparekraf optimis jumlah wisatawan capai 9,5 juta orang

(mdk/gib)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.