Pantai Jerman yang tergusur oleh industri pariwisata di Kuta
Merdeka.com - Namanya Pantai Jerman, tapi jangan salah tafsir, pantai ini bukan berada di German, tetapi ada di wilayah Lingkungan Segara, Kuta Bali. Sejak berkembangnya pariwisata di Kuta, sejumlah nelayan di Kuta mengambil tempat mangkal di Pantai Jerman.
Pantai ini persis berada di utara Patra Jasa Hotel dan selatan hotel Dynasti Kuta. Diberi nama pantai Jerman, karena di tempat ini di era tahun 1930 an pernah bersandar kapal saudagar asal German, hingga membangun sebuah rumah di tepi pantai.
"Sekarang rumah itu masih ada tapi tidak terlihat. Maksudnya tidak terlihat, karena sudah tergenang air laut. Dahulu saat air surut rumah itu terlihat, bahkan kita bisa main di dalam rumah itu. Sejak ada reklamasi Bandara Ngurah Rai, terjadi peralihan air dan abrasi," terang Wayan Bolen, Ketua Nelayan Samudra Jaya IV Kuta, Senin (3/11).
Lanjut pria kelahiran 62 tahun ini, saat pembangunan Bandara Udara Ngurah Rai, 1971-1975, Pantai Jerman adalah merupakan tanah milik pribadi yang berupa tanah 'tegalan'. Namun tanah tersebut kemudian dibeli oleh orang asing asal Jerman bekerjasama dengan pihak Hutama Karya. "Itu karena sebelumnya memang ada saudagar asal German bangun rumah di sini (Pantai Jerman)," katanya.
Setelah lahan tersebut di beli, turis tersebut kemudian mendirikan 3 buah rumah untuk didiami. Dikarenakan abrasi yang terjadi pada tahun 1982, akhirnya terbentuklah dataran pantai sampai sekarang. Dan dikarenakan pantai tersebut dulu belum mempunyai nama, maka masyarakat menyebut pantai tersebut dengan nama Pantai Jerman. Itu dikarenakan tanah tersebut bekas lahan milik kontraktor bandara yang berasal dari Jerman dan rumah saudagar asal German.

Setelah perkembangan pariwisata makin pesat. Berangsur-angsur para nelayan mulai bergeser. Hingga pantai Jerman dijadikan tempat mangkal dan sandar perahu. "Kami sempat sebelumnya melarang turis berjemur di sini. Nanti di sini ramai tamu, ke mana kami mangkal lagi," aku Bolen.
Namun setelah ada rembuk antar kelompok nelayan dengan pihak terkait, akhirnya nelayan di pantai ini dapat memanfaatkan kedatangan turis asing. Selain bisa menyewakan perahu untuk wisata mancing, juga dapat dimanfaatkan turis mengantar ke tengah laut untuk main surfing.
"Sekarang kami cukup tenang. Nelayan bisa cari ikan sambil antar tamu yang ke tengah laut. Penghasilan kami mulai berkecukupan sekarang," papar Bolen, di Pantai Jerman Senin (3/11). (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya