Marwin, paranormal beken asal Tulungagung ikut hilang di AirAsia
Marwin sudah langganan pergi ke luar negeri. Pasiennya memang banyak di Singapura.
Marwin Sholeh (47) ikut dalam penerbangan AirAsia ke Singapura yang hingga kini belum ditemukan. Marwin adalah paranormal asal Ngunut, tulungagung yang sedang mendapatkan undangan dari sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di negara Singa tersebut.
Joko Cahyono, asisten Marwin mengungkapkan kalau Marwin sudah langganan pergi ke luar negeri. Pasiennya memang banyak di sana, selain juga di Tulungagung sudah sangat dikenal. Sekitar 10 tahun terakhir namanya sudah mulai dikenal di luar negeri.
"Pak Marwin sudah langganan pergi ke Singapura, Taiwan, Hongkong. Biasanya kalau ada TKI yang meminta kedatangannya langsung terbang ke sana. Namanya paranormal yang dikerjakan pasti memberi nasihat," kata Joko di Bandara Juanda, Senin (28/12).
Joko datang ke Bandara Juanda bersama empat orang adik dan sepupu Mawin mewakili pihak keluarga. Istri Marwin sempat diajak ke Juanda, namun segera dibawa pulang karena khawatir dengan kesehatannya.
"Namanya keluarga yang sedang susah, mikirnya sudah macam-macam. Jadi lebih baik diajak pulang saja, nanti kalau ada kabar bisa ditelepon," katanya.
Marwin dikaruniai tiga orang anak, anak pertama sudah kuliah, anak kedua sudah SMP, sedangkan anak bungsunya masih SD.
Joko mengungkapkan, Marwin terakhir komunikasi dengan dirinya dan keluarga pada Sabtu sore, sebelum kemudian mendapat kabar kalau pesawat hilang kontak pada Minggu siang.
Keluarga dan masyarakat Tulungagung, menurutnya sangat kehilangan atas kasus ini. "Apalagi banyak orang yang selama ini menggunakan jasanya," katanya.
Baca juga:
Ini 13 area pencarian AirAsia QZ 8501
AirAsia QZ8501 hilang di wilayah disebut 'pabrik badai petir'
DPR minta maskapai terus motivasi keluarga penumpang AirAsia
Serpihan benda diduga AirAsia di Pulau Belinyu berukuran 4 meter
Basarnas butuh 2 jam pastikan serpihan diduga AirAsia di Belinyu
China resmi bantu cari AirAsia, kirim 2 kapal dan pesawat
Kisah hebatnya Kapten Iriyanto saat masih jadi pilot tempur TNI