Marcella Zalianty Semangati Pengungsi Aceh di Pidie Jaya, Ajak Bangkit di Tengah Bencana
Artis nasional Marcella Zalianty hadir langsung menyemangati para pengungsi di Pidie Jaya, Aceh, usai bencana hidrometeorologi. Ia turut mendistribusikan bantuan dan ajak semua pihak menumbuhkan rasa persaudaraan.
Artis nasional Marcella Zalianty baru-baru ini mengunjungi pengungsian di Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Ia tiba langsung dari Jakarta untuk menyaksikan kondisi para korban secara langsung.
Dalam kunjungannya, Marcella Zalianty tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat berinteraksi dengan para pengungsi. Ia melihat langsung perjuangan perempuan, lansia, dan anak-anak yang berupaya bangkit dari keterpurukan. Kehadirannya menjadi dukungan moral bagi mereka yang terdampak.
Bersama Dompet Dhuafa, Marcella juga mendistribusikan 500 paket perlengkapan kesehatan dan kebersihan. Ia turut meninjau rumah warga yang terendam lumpur sisa banjir serta menyantap makanan di dapur umum pengungsian. Kunjungan ini menegaskan komitmen untuk membantu pemulihan Aceh.
Kunjungan Emosional Marcella Zalianty di Lokasi Bencana
Setibanya di Pidie Jaya, Marcella Zalianty langsung menuju lokasi pengungsian untuk melihat kondisi riil para korban. Ia menyaksikan dampak bencana yang begitu parah, terutama pada permukiman warga yang terendam lumpur. Pengalaman ini memberikan perspektif langsung tentang kebutuhan mendesak para pengungsi Aceh.
Salah satu momen yang menyentuh hati Marcella adalah saat bertemu Ihzalul Farza, seorang anak berusia 9 tahun yang terbaring lemas akibat luka tabrak di kepala. Marcella berinteraksi langsung dengan Ihzalul, memberikan semangat, dan meminta nomor kontak ibunya untuk memastikan penanganan lebih lanjut. "Saya terenyuh melihat para perempuan, lansia, anak-anak yang terus bertahan dan terus berjuang untuk bangkit," ujarnya.
Marcella Zalianty, yang juga mewakili Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), turut melihat kehidupan sehari-hari para korban. Ia berinteraksi dengan mereka yang tinggal di rumah warga dan berbagi makanan di dapur umum. Kunjungan ini menjadi bukti nyata kepedulian Marcella Zalianty terhadap pengungsi.
Ia menekankan pentingnya memastikan para korban mendapatkan pengobatan dan perawatan yang layak, terutama setelah banjir memperburuk kondisi. "Banjir ikut memperburuk kondisi dan kita ingin memastikan, ia mendapatkan pengobatan dan perawatan yang baik," kata Marcella.
Distribusi Bantuan dan Pesan Persaudaraan untuk Aceh
Dalam kunjungannya, Marcella Zalianty tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membawa bantuan konkret. Bersama Dompet Dhuafa, ia mendistribusikan 500 paket perlengkapan kesehatan dan kebersihan. Bantuan ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan para pengungsi di tengah kondisi yang serba terbatas.
Kehadiran Marcella di Pidie Jaya juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan persaudaraan yang kuat. Ia mengingatkan bahwa meskipun jarak memisahkan, hati semua pihak tetap terhubung dengan para korban. Pesan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat kebersamaan di antara masyarakat.
"Ketika bencana terjadi, walaupun kita berjauhan, tapi hati kita juga ingin bersama mereka dan kita mendoakan sesegera mungkin Aceh, Sumatera, baik alamnya, terutama masyarakatnya segera pulih dan semua normal kembali," ungkap Marcella. Ia berharap pemulihan Aceh dapat berlangsung dengan cepat.
Selain itu, Marcella juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam. Ajakan ini relevan mengingat bencana hidrometeorologi seringkali berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Menjaga alam menjadi langkah preventif penting ke depannya.
Dampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh
Kunjungan Marcella Zalianty ini terjadi di tengah situasi darurat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan data yang mengkhawatirkan. Bencana ini telah menyebabkan dampak yang luas di berbagai wilayah.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa bencana yang terjadi sejak 18 November 2025 telah memengaruhi 18 kabupaten/kota. Sebanyak 229 kecamatan dan 3.310 gampong (desa) turut merasakan dampaknya.
Data menunjukkan bahwa 229.767 kepala keluarga (KK) atau 1.452.185 jiwa terdampak oleh bencana ini. Dari jumlah tersebut, 157.321 KK atau 660.642 jiwa terpaksa mengungsi di 828 lokasi penampungan. Angka ini menggambarkan skala besar dari krisis kemanusiaan yang terjadi.
Lebih lanjut, Murthalamuddin juga merinci jumlah korban. Tercatat 1.435 jiwa mengalami luka ringan, 403 orang luka berat, dan 249 orang meninggal dunia. Selain itu, 227 jiwa masih dinyatakan hilang, menunjukkan bahwa proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.
Sumber: AntaraNews