Mantan Kapolri Bimantoro dan Ketua Umum PKBB Imam Sudjarwo Menjenguk Polisi Terluka di RS Polri
Imam Sudjarwo menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberi semangat kepada seluruh personel yang sedang menjalani perawatan.
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Bimantoro dan Ketua Umum Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Imam Sudjarwo, M.Si., mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk menjenguk para anggota Polri yang terluka dan mengalami cedera saat bertugas mengamankan serta mengendalikan situasi keamanan dalam unjuk rasa besar yang berlangsung sejak Jumat pekan lalu.
Kunjungan kedua tokoh senior Polri ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap para prajurit Bhayangkara yang sedang dirawat tetapi juga merupakan simbol solidaritas, penghargaan, dan dukungan moral kepada anggota kepolisian yang berada di garis terdepan dalam menjaga keamanan negara.
Dalam kunjungan tersebut, Jenderal (Purn.) Bimantoro dan Komjen Purn. Imam Sudjarwo langsung menyapa satu per satu anggota kepolisian, khususnya personel Korps Brimob, yang masih menjalani perawatan intensif di RS Polri. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar, patah tulang, dan cedera serius akibat terkena lemparan batu, bom molotov, serta benda tumpul saat bentrokan dengan massa aksi.
Imam Sudjarwo, yang pernah menjabat sebagai Komandan Korps Brimob Polri periode 2009–2010, menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberi semangat kepada seluruh personel yang sedang menjalani perawatan.
"Kalian jangan takut. Harus tetap bertugas membela negara. Tugas kita tidak ringan, tapi ini adalah jalan pengabdian. Tetap tegar, tetap bersemangat, karena bangsa menaruh harapan pada kalian," tegas Imam Sudjarwo saat berbincang dengan para anggota Brimob yang dirawat.
Ucapan tersebut langsung disambut semangat oleh anggota yang dirawat "Siap, Jenderal". Ini suatu respons yang menggambarkan dedikasi tanpa keraguan meski tubuh mereka masih dalam perawatan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PKBB juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang tengah dan akan melakukan aksi unjuk rasa. Ia menekankan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang, namun harus dilaksanakan secara tertib dan damai.
"Unjuk rasa memang diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan kita. Tapi saya mengimbau agar unjuk rasa dilaksanakan dengan tertib dan damai, tanpa tindakan anarkis. Perusakan atau pembakaran fasilitas umum dan pelayanan publik hanya akan merugikan kita semua," ujar Imam Sudjarwo.
Imam menegaskan, menjaga kondusifitas merupakan tanggung jawab bersama. Aparat Polri hadir untuk mengawal agar aspirasi masyarakat bisa tersampaikan tanpa menimbulkan kerugian dan korban di kedua belah pihak.
Mantan Kapolri Jenderal Purn. Bimantoro juga turut berdialog langsung dengan anggota Polri yang tengah menjalani perawatan. Ia menanyakan kondisi, penyebab luka, serta mendengar langsung pengalaman para anggota Brimob ketika menghadapi situasi unjuk rasa yang memanas.
"Kenapa sampai luka seperti ini?" tanya Bimantoro kepada salah seorang anggota. "Siap, terkena bom molotov, Jenderal," jawab anggota Polri tersebut.
Mendengar jawaban itu, Bimantoro lantas menanyakan apakah anggota tersebut menyesal atau kapok menjadi Brimob. Namun, dengan suara mantap, anggota itu menjawab "Siap, akan tetap setia menjadi Brimob"
Bimantoro kemudian menyampaikan "Brimob itu tiangnya Polri. Anda harus bangga menjadi Brimob. Saya sendiri dulu ingin masuk Brimob," ujar Bimantoro, yang pernah menjabat Kapolri pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri (2000–2001).
Selain memberikan motivasi, Bimantoro dan Imam Sudjarwo juga menyerahkan bingkisan dan bantuan untuk meringankan beban keluarga anggota yang sedang menjalani perawatan. Keduanya memastikan bahwa para sesepuh Polri tidak akan membiarkan anggotanya berjuang sendirian.
"Ini adalah bagian dari ikatan keluarga besar Polri. Kami ingin memastikan bahwa para anggota merasa didampingi, dihargai, dan tidak ditinggalkan," ujar Imam.
Anggota Polri yang tengah dirawat menyambut gembira kedatangan para senior tersebut. Bagi mereka, kehadiran tokoh besar yang pernah memimpin institusi kepolisian adalah sumber motivasi yang luar biasa.
"Kami merasa senang dan bangga. Ini menambah motivasi untuk terus bekerja sebaik-baiknya bagi bangsa dan negara," ungkap salah satu anggota Brimob yang dirawat di RS Polri.