LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mandra kesal banyak orang mengaku betawi tapi enggak paham jeroannya

Menurut Mandra, saat ini budaya betawi cuma jadi ajang pamer tapi enggak ada isinya.

2016-03-06 13:19:31
Benyamin Legenda Betawi
Advertisement

Seniman Betawi, Mandra Naih, mengungkapkan keprihatinannya dengan status masyarakat betawi yang kini semakin tertinggal. Dirinya pun 'curhat' bedanya betawi pada tahun 1980 dibanding sekarang.

"Pada tahun 1980 an, kami baik orang betawi mengenal satu sama lain pertukaran budaya. Kalau sekarang? Tak ada lagi. Bahkan dulu namanya seniman dulu masih suka manggung dari hotel ke hotel, tempat tertentu, para presiden, kedutaaan luar negeri atau pejabat disambut betawi," kata Mandra di Warung Komando, Jakarta Selatan, Minggu (6/3).

Pria yang mendirikan Pelestarian Sanggar Seni dan Budaya Betawi (Pangsi) ini mengungkapkan miris dengan keadaan betawi saat ini. Sebab betawi hanya logo dan lambang saja, tak seperti dahulu yang selalu di 'eluh-eluh-kan'.

"Padahal dulu semua tertera, misal makanan betawi nggak kalah dengan budaya lain, lebih beraneka ragam, lebih disukai orang. Sedangkan mengenai kebudayaan, dulu tahun 1982 cucu almarhum Haji Bokir dia juara 1 tarian topeng betawi yang dilombakan beberapa negara di Eropa terus ngajar di sana dan mendapat jodoh orang Jepang, bahkan sepupu dan ponakan saya juga banyak ngajar tari di luar negeri di beberapa negara seperti Jepang, Thailand, Australia," ujarnya.

"Nah sekarang saya prihatin budaya Betawi amat tak ada perhatian, lebih banyak budaya barat saja. Dan bukan hanya SDM nya, tapi perhatian pemerintah kurang. Kesempatan dulu banyak, sekarang nggak ada," tambahnya.

Lanjutnya lagi, dulu juga mereka yang mengaku orang betawi memang terbukti adat kental fasih betawi, tak seperti sekarang yang banyak juga menganggap dirinya orang betawi, tapi tak tahu budaya betawi.

"Banyak yang mengaku orang betawi, tapi ngga paham betawi, cuma sekedar mengaku, sementara 'jeroannya' nggak tahu. Makanya terus terang saya prihatin yang menjabarkan betawi tapi sangat minim pengetahuan betawi. Kini betawi hanya kenangan saja, tak maju seperti dahulu," tutupnya.

Baca juga:
Roti buaya dan simbol kelelakian
Komersialisasi budaya Palang Pintu
Media dakwah dalam budaya Palang Pintu
Palang Pintu, budaya Betawi memaknai pernikahan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.