Malam Hari, Arus Mudik Garut via Kadungora-Leles Ramai Lancar
Kondisi arus mudik Garut melalui jalur Kadungora-Leles pada malam hari terpantau ramai lancar, berbeda dengan siang hari yang sempat padat. Simak strategi kepolisian mengurai lalu lintas.
Arus lalu lintas kendaraan di jalur mudik Bandung-Garut, khususnya lintas Kadungora-Leles hingga perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis (19/3) malam terpantau ramai lancar. Kendaraan pemudik, baik roda dua maupun roda empat, dari arah Bandung menuju Garut melaju tanpa hambatan yang berarti.
Berbeda dengan kondisi siang hari hingga menjelang petang yang terlihat lebih ramai, bahkan sempat membuat aparat kepolisian memberlakukan sistem satu arah. Tindakan ini bertujuan untuk mempercepat laju kendaraan dari arah Bandung agar segera masuk ke Lingkar Kadungora.
Perwira Unit Lalu Lintas Polsek Kadungora, Inspektur Polisi Dua Meizar, membenarkan bahwa arus lalu lintas pemudik pada malam hari cenderung lebih lengang. Hal ini disebabkan adanya pelimpahan arus kendaraan yang ingin menghindari kemacetan di jalur nasional lintas Limbangan.
Kelancaran Arus Mudik Garut Malam Hari
Pada Kamis malam, menjelang tengah malam, kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi jalur mudik Bandung-Garut terpantau melaju dengan kecepatan normal. Tidak ada hambatan signifikan yang dilaporkan di sepanjang jalur dari arah Bandung menuju Garut.
Kondisi ini menunjukkan perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan situasi lalu lintas pada siang hari dan sore menjelang petang. Pada waktu tersebut, volume kendaraan jauh lebih padat, sehingga aparat kepolisian harus menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah.
Menurut Ipda Meizar dari Pos Pengamanan Kadungora, kelengangan arus mudik Garut di malam hari merupakan hasil dari strategi pengalihan arus. Strategi ini efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan yang biasanya terjadi di jalur nasional lintas Limbangan.
Strategi Pengaturan Lalu Lintas Efektif
Untuk menjaga kelancaran arus mudik Garut, pihak kepolisian memberlakukan pengalihan arus kendaraan dari arah Bandung. Kendaraan diarahkan untuk masuk ke jalur Lingkar Kadungora yang tembus ke Leuwigoong, sebelum kembali masuk ke jalan utama Bandung-Garut.
Pengalihan ini dilakukan secara permanen ke Lingkar atau Jalan Soekarno-Hatta (Soetta), yang telah dilengkapi dengan penerangan jalan umum yang memadai. Anggota kepolisian juga disiagakan di titik-titik pertigaan dan perempatan untuk terus memantau dan mengatur lalu lintas.
Apabila terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan di jalur utama, sistem satu arah akan kembali diberlakukan. Cara ini efektif untuk menarik laju kendaraan dari arah Bandung menuju Garut atau mengalihkannya ke jalur yang lebih lengang.
Ipda Meizar menjelaskan bahwa cara bertindak ini terbukti cukup efektif dalam mengurai kepadatan arus kendaraan. Tujuannya adalah agar laju kendaraan tetap bergerak, tertib, dan aman bagi seluruh pemudik. Jika kepadatan terjadi, penutupan dari arah Garut menuju Bandung akan diberlakukan, dan arus dari Bandung menuju Garut akan dialihkan ke wilayah Leuwigoong.
Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026
Kesiapan aparat keamanan dalam menghadapi arus mudik Garut juga menjadi fokus utama. Sejumlah personel dan pos pengaturan telah siap siaga untuk melakukan pengamanan di jalur tersebut.
Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik. Kesiapan ini mencerminkan komitmen pihak berwenang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Sumber: AntaraNews