Makan daging ayam murah, 20 warga Ajibarang keracunan
Daging ayam tersebut dijual seharga Rp 10 ribu dan dikemas dalam 4 potong daging.
Sebanyak 20 warga Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Banyumas Jawa Tengah keracunan setelah mengonsumsi daging ayam murah. Dari 20 warga, lima korban di antaranya masih berusia anak-anak.
Menurut penuturan seorang warga, Yulianti (30), ayam olahan tersebut dibeli dari seorang pedagang keliling yang menyambangi rumahnya, Selasa (4/3).
"Awalnya saya tidak ingin beli, tetapi pedagang tersebut kembali menjajakan ke rumah," katanya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang, Kamis (6/3).
Ia kemudian memakan ayam tersebut pada Selasa sore. Selain Yulianti, anaknya Kirani (2,5) juga ikut mengonsumsinya. Ayam tersebut, ujar Yulianti, dijual seharga Rp 10 ribu dan dikemas dalam 4 potong daging.
"Setelah mengonsumsi tidak ada gejala apa-apa. Tetapi, saat Rabu pagi terasa mual, pusing dan diare. Tetangga saya juga mengalami hal yang sama. Sedangkan anak saya juga alami gejala yang sama dan disertai demam tinggi," ujarnya saat mendampingi anaknya di ruang kenari.
Setelah itu, pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB, bersama warga lainnya mendatangi RSUD Ajibarang. Setelah mendapat perawatan, warga lainnya kemudian pulang ke rumah malam itu juga. Namun, anaknya belum bisa pulang.
Dari penuturan bidan di puskesmas pembantu Ajibarang I Desa Darmakradenan, Dian Yuliastuti, warga baru melaporkan kepada perangkat desa sekitar pukul 21.00 WIB pada Rabu kemarin.
"Saya baru dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB dan kemudian bersama perangkat, kami datangi warga untuk meminta keterangan, setelah melapor ke kepala Puskesmas Ajibarang mereka kami bawa ke RSUD Ajibarang," ucapnya.
Hingga pagi ini, hanya Kirani yang masih dirawat di ruang khusus anak RSUD Ajibarang. "Tetapi pagi ini kondisi sudah stabil, tadi malam sempat diare dan muntah," ujar dokter Florence Alexandra yang ditemui di ruang kenari.
Dari laporan yang diterima pihak RSUD Ajibarang, 20 korban tersebut mengalami gejala yang sama. "Tetapi sebenarnya tidak semua korban mau dibawa ke rumah sakit. Yang jelas saat ini, sampel kotoran, makanan korban sudah diserahkan ke puskesmas setempat untuk diteliti lebih lanjut," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Ajibarang, Sri Setya Yulia.
Baca juga:
Santap menu syukuran 7 bulanan, 96 orang keracunan di Sukabumi
Kasus keracunan genset, polisi periksa 2 bos Klinik Sapta Mitra
Keracunan asap genset juga terjadi di Jember, satu tewas
Tewas keracunan, Dr Friska baru sehari praktik di klinik
Kisah tragis ledakan genset sebabkan 5 orang tewas keracunan