LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mabuk & bikin onar di kafe, mahasiswa Libya di Malang dideportasi

Dalam kondisi mabuk marah-marah, dia juga memecahkan barang di kafe tersebut.

2016-08-09 15:11:57
Libya
Advertisement

Walid Nuruddin Romadhon El Ahmer (38), warga Libya yang sedang kuliah di Malang dideportasi Imigrasi Malang, Jawa Timur. Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Malang itu dipulangkan setelah membuat keonaran di sebuah kafe, Jalan Soekarno Hatta.

Kasubsie Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang, Guntur Sahat Hamonangan mengungkapkan, Walid masuk ke Indonesia tahun 2013 untuk kuliah di Malang. Namun, sejak awal Juli lalu, sudah tidak lagi mendapatkan sponsor dari kampus yang mengirimnya belajar ke Indonesia.

"Izin tinggalnya di Malang sudah habis. Ia kemudian ke saudaranya di Malaysia dan kembali masuk ke Indonesia dengan visa wisata selama 30 hari," kata Guntur di Kantor Imigrasi Klas I Malang, Jalan Panji Suroso Malang, Selasa (9/8).

Walid dilaporkan membuat onar oleh seorang pelayan. Dia dalam kondisi mabuk marah-marah dengan memecahkan barang di kafe tersebut.

Tidak hanya itu, Walid juga mengancam seorang pelayan, sebelum kemudian diamankan petugas. Setelah sehari, Walid diserahkan ke Kantor Imigrasi Malang. "Keesokan harinya polisi melimpahkan ke imigrasi," tegasnya.

Walid rencananya akan dipulangkan ke Libya dengan penerbangan Malang-Jakarta-Libya. Dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang terbang pukul 12.00 WIB.

Selama ditahan, Walid juga selalu membuat onar di dalam sel dengan terlibat pertengkaran dengan tahanan imigrasi lain. Dia merusak plafon dan mencoret-coret ruangan.

"Ia dinilai melanggar Pasal 75 Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pejabat Imigrasi berwenang mendeportasi WNA yang melakukan tindakan berbahaya atau membahayakan," katanya.

Batas tinggal Walid sampai 1 Agustus karena visa on travel tanggal 2 Juli, tetapi sejak 11 Juli sudah menjadi tahanan imigrasi. Walid sendiri dalam catatan kampus tempatnya kuliah sudah jarang ke kampus, bahkan sudah dua semester tidak daftar ulang.

Sementara itu saat ditemui di selnya, Walid memasang wajah temperamen. Dia hanya asyik menggambar di sebuah meja papan di dalam sel dengan wajah lusuh dan nampak stres.

Baca juga:
Satu polisi tewas dalam bentrok lawan Satpol PP di Makassar
Kapolres Karo dicopot usai bentrok berdarah polisi vs warga
Anggota klub SATUDARAH sangkal bikin onar di Bali, sebut jadi korban
Amuk sang hitam-kuning di Pulau Dewata
Ditangkap polisi karena bawa sajam, siswa SMK pura-pura sakit

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.