Lima Prajurit Marinir Korban Longsor di Bandung Barat Dievakuasi, Ini Nama-namanya
Para prajurit yang meninggal tersebut akan dimakamkan secara militer. Hal ini dilakukan disebutnya sebagai bentuk penghormatan negara.
Tim SAR gabungan dan personel TNI AL telah melakukan evakuasi terhadap lima orang prajurit Korps Marinir yang menjadi korban bencana alam tanah longsor yang terjadi saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (24/01).
"Yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal," kata Kepala Dinas Penerangan Kormar Kolonel Mar Rana Karyana saat dihubungi, Jumat (30/1).
Adapun lima prajurit yang telah dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.
Nantinya, para prajurit yang meninggal tersebut akan dimakamkan secara militer. Hal ini dilakukan disebutnya sebagai bentuk penghormatan negara.
"Saat ini kelima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada para prajurit atas pengorbanannya," sebutnya.
Terjunkan 200 Personel
Dalam melakukan evakuasi para korban, TNI AL menerjunkan 200 personel Marinir TNI AL untuk membantu atau mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
"Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor," ujarnya.
Meninggalnya puluhan prajurit tersebut ditegaskannya akan selalu diukir dalam sejarah TNI AL. "Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut," pungkasnya.