LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Letusan freatik tak ubah bentuk kawah Gunung Merapi

Terkait status Merapi akan dinaikkan atau diturunkan, Agus menjelaskan diperlukan waktu untuk hal itu. Sebab menentukan dinaik atau turunkannya status Gunung Merapi tak bisa dilakukan dalam hitungan jam.

2018-05-23 15:16:18
Gunung Merapi
Advertisement

Gunung Merapi selama bulan Mei 2018 telah mengalami tujuh kali letusan freatik. Meskipun demikian, morfologi kawah Gunung Merapi tidak mengalami perubahan morfologi akibat letusan freatik tersebut.

"Kalau visual kawah, morfologi kawah relatif tidak berubah. Dari beberapa letusan itu tidak ada perubahan yang signifikan dari kawah maupun kubah Gunung Merapi," ujar Kepala Seksi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, Rabu (23/5).

Agus mengungkapkan, erupsi freatik yang terjadi ini lebih kecil dibandingkan letusan freatik di tahun 2013. Meskipun demikian letusan freatik kali ini memiliki intensitas yang lebih kerap terjadi.

Advertisement

"Letusan yang terjadi di Merapi belakangan ini adalah erupsi freatik, bukan magmatik. Jadi kalau dari sisi mekanisme terjadinya letusan kecil seperti freatik memang ada yang menjelaskan bahwa ini adalah akibat kontak dengan air tanah. Tetapi ini adalah salah satu penjelasan," urai Agus.

Agus menguraikan dari enam letusan freatik di Merapi yang terjadi di bulan Mei 2018 ini antara satu dengan lainnya memiliki jeda letusan yang lebih panjang. Meskipun demikian kegempaan yang terjadi relatif lebih tinggi. Selain itu gempa freatik kali ini juga memiliki kolom asap yang cukup tinggi.

"Kegempaan relatif tinggi karena kita mendapati ada gempa MP (multyphase) kemudian ada gempa vulkanotektonik yang menandakan adanya akumulasi tekanan yang cukup besar," papar Agus.

Advertisement

Terkait status Merapi akan dinaikkan atau diturunkan, Agus menjelaskan diperlukan waktu untuk hal itu. Sebab menentukan dinaik atau turunkannya status Gunung Merapi tak bisa dilakukan dalam hitungan jam.

"Untuk menyimpulkan apakah aktivitas (Merapi) turun atau naik perlu waktu. Jadi tidak bisa dalam beberapa jam kita simpulkan aktivitas Merapi dalam tren menurun atau naik," tutup Agus.

Baca juga:
Merapi kembali erupsi freatik, sejumlah daerah di Magelang hujan abu
Merapi berstatus waspada, warga mulai evakuasi mandiri
Petugas pastikan alat EWS Gunung Merapi berfungsi & siapkan jalur evakuasi
PVMBG: Kemungkinan Gunung Merapi erupsi seperti 2010 sangatlah kecil
Polri akan tindak penyebar video hoax letusan Gunung Merapi
Warga lereng Merapi mengungsi masih teringat erupsi di 2010

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.