Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga lereng Merapi mengungsi masih teringat erupsi di 2010

Warga lereng Merapi mengungsi masih teringat erupsi di 2010 Erupsi Gunung Merapi. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Letusan freatik yang terjadi pada Senin (21/5) dan Selasa (22/5) membuat masyarakt sekitar lereng Merapi gelisah. Mereka teringat pada peristiwa erupsi Gunung Merapi di tahun 2010 yang lalu.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana. Sehingga pada saat terjadi letusan freatik, masyarakat memilih untuk mengungsi secara mandiri.

"Masyarakat masih termemori dengan peristiwa (erupsi) 2010. Sehingga merespon aktivitas yang sebenarnya letusan freatik, tetapi dalam kerangka memory masa lalu. Karena kejadianya malam dan takut kalau tidak tahu aktivitas yang lebih besar mereka lalu mandiri turun," ujar Biwara di Pusdalops BPBD DIY, Selasa (22/5).

Biwara menjelaskan, menangani kondisi itu yang diperlukan adalah penguatan psikologi masyarakat. Selain itu, diperlukan juga sosialisasi agar masyarakat bisa memahami informasi yang berkembang.

"Titik krusial yang paling penting pada penguatan psikologi masyarakat. Ini yang kemudian sangat perlu ada sosialiasi masyarakat. Sehingga bisa merespon aktivitas letusan freatik, dan tidak perlu mengungsi," urai Biwara.

Biwara menerangkan, saat warga melakukan evakuasi mandiri, petugas dari BPBD maupun relawan turut membantu. Meskipun sempat ada evakuasi mandiri tetapi pada pagi harinya, warga sudah kembali lagi ke rumah masing-masing.

"Warga sudah pulang ke rumah masing-masing, karena tak ada aktivitas (Gunung Merapi) yang membahayakan," tutup Biwara.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP