Langgar PSBB, Demo Tolak dan Dukung Dana Otsus Papua Dibubarkan Polisi
Diketahui, ada dua kelompok massa yang melakukan aksi demo di depan gedung DPR. Kelompok yang menolak Otsus Papua dan mendukung Otsus Papua. Jumlahnya sekitar 70 orang, menurut polisi.
Polisi bubarkan paksa sejumlah massa yang melakukan aksi demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/1). Demo dibubarkan karena dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19.
"Kita hanya meluruskan tidak ada penangkapan, hanya kita melaksanakan protokol Covid ya," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyatno kepada wartawan, Rabu (27/1).
Diketahui, ada dua kelompok massa yang melakukan aksi demo di depan gedung DPR. Kelompok yang menolak Otsus Papua dan mendukung Otsus Papua. Jumlahnya sekitar 70 orang, menurut polisi.
Setyo mengatakan, para demonstran tersebut dibubarkan karena dianggap tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti tidak memakai masker serta tidak menjaga jarak satu dengan yang lain.
"Jadi kita mengimbau, karena tidak boleh ada kerumunan dan menjaga protokol kesehatan yang mana mereka jelas tidak mematuhi protokol Covid dengan istilahnya tidak memakai masker dan tidak mau jaga jarak dan kita harus ketahui pada saat ini kita masih dalam kondisi PSBB yang diperketat atau PPKM kan di Jakarta," jelasnya.
©2021 Merdeka.com/istimewa
"Jadi kita semata-mata untuk menegakkan protokol kesehatan. Keselamatan masyarakat diatas segalanya," sambungnya.
Tolak Rapid Test
Sebelum membubarkan massa, Polisi sempat menyarankan agar para pendemo menjalani rapid test demi mencegah penyebaran Covid-19. Namun, mereka menolak untuk melakukan hal itu.
"Sudah berkumpul mereka, baru tim kita datang kita sampaikan bahwa kita masih dalam kondisi PSBB diperketat dan mereka tetap tidak mau dan kita sarankan untuk rapid dulu, mereka enggak mau, mereka juga enggak pakai masker," ungkapnya.
"Jadi kita ambil tindakan tegas istilahnya kita membubarkan mereka, namun kita tetap bertanggungjawab, istilahnya mereka kan, mereka tidak mau bubar, kita bubarkan mereka, kita kembalikan ke asal mereka," sambungnya.
Dipulangkan ke Jakarta Timur
Setyo menyebut, mereka yang dimasukkan ke dalam mobil petugas bukan untuk dibawa ke kantor polisi. Melainkan dipulangkan ke asal yakni di daerah Jakarta Timur.
"Tidak (dibawa ke kantor), karena tidak mau bubar jadi kita bubarkan untuk memulangkan itu. Karena tidak ada kendaraan, maka kita angkut dengan kendaaran polisi. Karena asalnya mereka dari Jakarta Timur kita kembalikan lagi ke Jakarta Timur," pungkasnya.
Baca juga:
Meski Kaya SDA, ini Alasan Papua Belum Mampu Mandiri Biayai Pembangunan
Ini Skema Baru Pencairan Dana Otsus Papua dan Papua Barat
Sri Mulyani Sebut Penyerapan Dana Otsus Papua Belum Merata
Pemerintah Libatkan BPKP dalam Pengawasan dan Realisasi Dana Otsus Papua
Silpa Dana Otsus Papua dan Papua Barat Masih Tinggi
Menkeu Sri Mulyani Sentil Dana Otsus Tak Perbaiki Harapan Hidup Warga Papua