Kursi dari Polisi untuk sekolah di NTT yang dibangun pemulung
Selama ini kursi yang mereka pakai sudah rusak. Bahkan karena kekurangan, satu kursi bisa dipakai duduk oleh tiga orang siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
Kisah inspiratif datang dari Nusa Tenggara Timur. Bertepatan dengan hari pendidikan nasional yang jatuh 2 Mei 2018. Ikatan Keluarga Besar Dikmaba PK Polri Angkatan 1998/1999 (SDSS) Nusa Tenggara Timur memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa kursi untuk SMP Surya Mandala Kupang.
Sebanyak 40 kursi dikumpulkan secara sukarela oleh para anggota SDSS. Lalu diserahkan secara simbolis kepada kepala sekolah dan murid untuk menggantikan kursi lama, yang digunakan sejak sekolah itu didirikan tahun 2012 silam.
Anggota SSDS Angkatan 98/99 Polri Ipda Salfidus Sutu mengatakan,tanggung jawab pendidikan bukan terletak di pundak para guru, maupun pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Namun semua orang harus turut mengambil bagian. Sehingga kondisi pendidikan di Indonesia khususnya NTT semakin lebih baik.
"Kita semua yang mengenyam pendidikan harus turut ambil bagian dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia khususnya NTT," kata Salfidus di Kupang, Rabu (2/5).
Ham Taopan, salah satu siswa yang menerima bingkisan dari SSDS mengaku sangat senang. Karena selama ini kursi yang mereka pakai sudah rusak. Bahkan karena kekurangan, satu kursi bisa dipakai duduk oleh tiga orang siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
"Senang sekali bisa bisa membantu kami sehingga kami bisa duduk untuk pakai belajar. Dulu kami rasa terganggu dan tidak nyaman, kami biasa duduk tiga orang, sehingga dengan adanya kursi baru ini, belajar lebih baik dan lebih nyaman," ungkap Ham dengan wajah sumringah.
SMP Surya Mandala merupakan sebuah sekolah di Kota Kupang yang menampung anak-anak tidak mampu dalam hal ekonomi. Maupun siswa yang putus sekolah. Di sekolah ini, orang tua siswa tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
Kepala sekolah Bendelina Mata bersyukur karena doanya selama ini terkabul. Menurutnya, jangankan kursi gaji para guru pun hanya dibayarkan seadanya menggunakan dana Bos, walau demikian guru yang mengajar di sekolah ini tetap semangat menjalankan tugas mereka.
"Kalau sarana prasarana di sini mulai dari gedung, gedung ini masih kontrak. Kita masih kontrak jadi mudah mudahan tahun ajaran baru ini kalau tidak ada tantangan, kita bisa pindah ke gedung yang baru. Kalau yang kita rasakan hari ini, dengan kita bisa menerima bantuan kursi dari pihak kepolisian angkatan 98/99 itu, kita sangat bahagia sekali. Karena memang yang kita doakan selama ini adalah bantuan meja kursi, karena itu yang sangat kekurangan untuk kami," ujar Bendelina.
Para guru mengabdi secara sukarela atau menerima honor seadanya. Sebab dana BOS dibagi dua dengan uang sewa gedung dan kebutuhan sekolah lainnya.
Sekolah ini didirikan oleh seorang pemulung bernama Yoseph Orem Blikololong, dengan tujuan bisa menghimpun anak-anak yang tidak mampu menempuh pendidikan lanjutan karena ekonomi, maupun yang putus sekolah karena berbagai hal.
Baca juga:
Hari Pendidikan, ratusan murid TK-SMA diajar mengenal perbankan
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Mendikbud akan rancang ulang kurikulum
Menko PMK harap pendidikan anak Indonesia semakin baik
Bad news is good news, Mendikbud ingatkan jajarannya legowo terima kritik
Peringati Hardiknas, Mendikbud ajak guru ikuti perkembangan zaman
Bangunan sekolah tak layak, siswa SD di Serang surati Gubernur Banten