Peringati Hardiknas, Mendikbud ajak guru ikuti perkembangan zaman
Merdeka.com - Seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar apel upacara dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/2). Dalam apel tersebut, Mendikbud Muhajir Effendy bertugas sebagai pembina upacara dengan mengenakan pakaian adat Melayu.
Memaknai Hardiknas, Muhajir mengajak para guru atau pelaku pendidikan dan kebudayaan agar menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, khususnya memasuki Revolusi Industri 4.0 atau keempat. Revolusi Industri 4.0 bertumpu pada sistem dunia siber dan teknologi digital.
"Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru, kurikulum yang dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir menjadi keniscayaan pendidikan kita," jelasnya.
Muhajir juga mengajak pelaku pendidikan dan kebudayaan meresapi makna ajaran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara. Karena itu ikatan pendidikan dan kebudayaan harus diperkuat sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran dan praktik pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara.
"Saya mengajak seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan agar dapat meneladani Ki Hadjar Dewantara dan menjadikan momentum peringatan Hardiknas ini untuk melakukan muhasabah, mesu budi atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan dan kebudayaan," paparnya.
Tema perayaan Hardiknas tahun ini yaitu "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan". Bagi Muhajir, hubungan dua hal ini sangat berkaitan di mana kebudayaan yang maju akan memperkuat pendidikan dan jika pendidikan subur dan rindang maka akar kebudayaan akan mengakar kuat dan semakin dalam. Dalam rangka memajukan kebudayaan, pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang terencana. "Dengan membangun dan memperkuat infrastruktur, dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan ke-Indonesia-an," jelasnya.
Muhajir juga berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Dengan demikian wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.
Dalam rangka Hardiknas, Mendikbud juga menyematkan penganugerahan Satya Lencana Karya Satya kepada ratusan pendidik. Puncak peringatan Hardiknas akan diselenggarakan di NTB pada tanggal 6-8 Mei dan rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya