Kritik Tajam Mauricio Souza: Kondisi Lapangan JIS Hambat Performa Persija
Pelatih Persija, Mauricio Souza, melontarkan kritik keras terhadap kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai tidak mendukung permainan timnya, memengaruhi hasil pertandingan penting.
Pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas lapangan Jakarta International Stadium (JIS) setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United pada pertandingan BRI Super League, Minggu (16/3). Menurut Souza, kondisi lapangan yang buruk menjadi faktor utama di balik penampilan teknis yang kurang optimal dari kedua tim. Ia menilai, kualitas rumput JIS tidak memenuhi standar minimal untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola profesional yang baik dan menarik.
Kritik ini muncul setelah Macan Kemayoran gagal meraih poin penuh di kandang sendiri, sebuah hasil yang menurut Souza, sangat dipengaruhi oleh kondisi lapangan. Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa lapangan yang tidak ideal menghambat timnya dalam menerapkan strategi permainan, khususnya yang mengandalkan umpan pendek dan tempo cepat. Akibatnya, pertandingan menjadi minim peluang gol yang jelas dari kedua belah pihak.
Hasil imbang ini membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 52 poin. Mereka semakin jauh dari pemuncak klasemen Persib Bandung (58 poin) dan tim peringkat kedua Borneo FC (54 poin), yang pada saat bersamaan juga bermain imbang 1-1. Situasi ini menambah tekanan bagi Persija untuk segera menemukan solusi atas performa kandang mereka.
Dampak Kondisi Lapangan Terhadap Permainan Teknis
Mauricio Souza secara tegas menyatakan bahwa kualitas lapangan Jakarta International Stadium (JIS) sangat memengaruhi jalannya pertandingan, membuat kedua tim kesulitan menampilkan permainan teknis terbaik. Menurutnya, pertandingan tersebut secara teknis sangat buruk karena hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim. Kondisi rumput yang tidak ideal disebut-sebut menjadi penghalang utama bagi Persija untuk menjalankan pola permainan yang mengandalkan umpan pendek dan tempo cepat.
Pelatih asal Brasil itu menambahkan bahwa lapangan JIS tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik. Situasi ini secara langsung berdampak pada kemampuan Persija dalam membangun serangan, meskipun tim memiliki pemain dengan kualitas teknik yang mumpuni. Kualitas <1>1>
“”