KPK sebut bukan hanya lewat Royani buktikan Nurhadi terlibat suap MA
Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan KPK bakal menggunakan berbagai cara untuk memburu Royani.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari keberadaan Royani, sopir Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, karena diduga terlibat suap pengajuan peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tersangka Doddy Arianto Supeno (DAS). Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan KPK bakal menggunakan berbagai cara untuk memburu Royani.
"Seperti kemarin saya ngomong, ada cara lain kan. Mudah-mudahan kita bisa menemukan fakta lebih banyak, data lebih banyak. Mudah-mudahan lebih cepat lah," kata Agus di Pusdiklat BPK, Jakarta, Kamis (2/6).
Menurut Agus, penyelidikan dugaan keterlibatan Nurhadi tak hanya meminta keterangan Royani. Agus mengatakan, beberapa pihak juga harus menjalani pemeriksaan.
"Jalannya banyak. Jadi bukan hanya lewat Royani saja," kata dia.
Terkait hasil pemeriksaan istri Nurhadi, Tin Zuraida, oleh penyidik KPK pada Rabu (1/6) kemarin malam, Agus mengaku belum mendapat laporan. Sehingga ia belum mengetahui aliran rekening dimiliki Nurhadi dan istrinya Tri Zuraida.
"Nah iya, antara lain ditanyakan itu. Tapi saya belum dapat laporannya juga," tandasnya.
Baca juga:
2 Terdakwa penyuap petugas MA dituntut 4 tahun penjara
Dianggap jadi saksi kunci, Royani dikabarkan kabur ke luar negeri
Absen di pemeriksaan pertama, Nurhadi kembali dipanggil KPK
Kasus suap pejabat MA, KPK jadwalkan pemeriksaan bos Paramount
Kasus suap perkara di MA, KPK periksa tersangka Andri Tristianto
KPK ngaku punya strategi buat hadirkan sopir Nurhadi
Kesulitan hadirkan Royani, KPK akan surati MA