Kotawaringin Timur Perkuat Gerakan PSN 3M Plus, Antisipasi Peningkatan Kasus DBD
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) intensifkan gerakan PSN 3M Plus serentak untuk mencegah lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat, melibatkan berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara serentak. Langkah ini dilakukan di seluruh wilayah Kotim pada hari Minggu, 5 Juli, sebagai upaya antisipasi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penguatan gerakan PSN 3M Plus ini menindaklanjuti instruksi bupati setempat. Tujuannya adalah untuk menekan penyebaran DBD yang menunjukkan peningkatan di beberapa area.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menegaskan keseriusan pemerintah daerah. Gerakan ini melibatkan berbagai pihak dan diatur melalui Instruksi Bupati Nomor 100.3.4.2/735/DINKES/2026.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pencegahan DBD
Instruksi Bupati Kotim tersebut menekankan pentingnya partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam pencegahan DBD. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga camat dan kepala puskesmas harus terlibat aktif.
Selain itu, kepala sekolah, lurah, kepala desa, Tim Penggerak PKK, dan pimpinan perusahaan juga memiliki peran krusial. Keterlibatan lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan gerakan PSN 3M Plus berjalan efektif dan menyeluruh.
Nugroho Kuncoro Yudho menjelaskan bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan. Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar kasus DBD dapat ditekan bersama-sama.
Pelaksanaan PSN 3M Plus ini dijadwalkan secara rutin minimal seminggu sekali di seluruh wilayah Kotim. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kotim dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman DBD.
Memahami dan Menerapkan Gerakan 3M Plus
Gerakan PSN 3M Plus memiliki langkah utama yang harus dipahami dan diterapkan oleh masyarakat secara konsisten. Langkah pertama adalah menguras dan menyikat tempat penampungan air secara teratur untuk menghilangkan telur nyamuk.
Selanjutnya, penting untuk menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di dalamnya. Langkah ketiga adalah mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, seperti ban bekas atau kaleng kosong.
Selain 3M, masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah “Plus” tambahan sebagai upaya pencegahan. Ini termasuk menaburkan bubuk larvasida di genangan air yang sulit dikuras dan memelihara ikan pemakan jentik di penampungan air.
Langkah “Plus” lainnya meliputi menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, serta memasang kawat kasa dan kelambu di rumah. Nugroho menekankan bahwa pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Kewaspadaan Berkelanjutan dan Edukasi Komunitas
Kewaspadaan terhadap DBD harus terus ditingkatkan, terutama saat musim hujan atau perubahan cuaca. Kondisi ini berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD dengan cepat.
Jika tempat perkembangbiakan nyamuk dapat dikendalikan dengan baik, risiko penularan DBD akan jauh berkurang. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan ini.
Dinas Kesehatan Kotim mendorong optimalisasi peran kader kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam menyebarkan informasi. Tokoh masyarakat, satuan pendidikan, hingga media lokal juga diharapkan memperkuat edukasi kepada publik.
Edukasi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya PSN secara berkelanjutan sebagai gaya hidup. Dengan demikian, upaya pencegahan DBD dapat berjalan optimal dan menyeluruh di Kotawaringin Timur.
Sumber: AntaraNews