LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Korban salah tangkap mengaku sempat ditodong pistol oleh polisi

Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza mengakui dia dan anak buahnya salah tangkap target.

2016-02-12 17:57:26
Kasus Salah Tangkap
Advertisement

Lucky Ahadi (34) mengaku sempat ditodong pistol dan dipaksa tiarap. Bahkan dirinya juga diinjak hingga celana di bagian lutut robek karena bergesekan dengan aspal. Ternyata penyergapan yang dilakukan polisi ini salah sasaran.

Dikisahkan warga Blok I Nomor 21 Perumahanan Kuantan Regency, Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, kejadian bermula saat dirinya yang mengendarai mobil Mitsubushi Mirage berwarna putih bergerak menuju akses jalan keluar kompleks perumahan. Saat itu sekitar pukul 19.00 WIB.

Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza mengakui dia dan anak buahnya salah tangkap target. Menurutnya, saat anak buahnya memberhentikan laju kendaraan Lucky, dan menyampaikan kalau mereka dari Polresta Pekanbaru.

"Kita berhentikan. Kita sampaikan kita polisi dari Polresta, kita minta dia kembali ke dalam (kompleks perumahan)," jelas Iwan saat dihubungi merdeka.com Jumat (12/2).

Setelah dipastikan, ternyata Lucky bukanlah target yang dicari pihaknya. "Oke Pak (Lucky). Ternyata bukan Bapak. Terimakasih, Pak. Gitu saja ceritanya," kata Iwan.

Hal tersebut diketahui setelah pihaknya mempertemukan antara pelaku yang sudah diamankan sebelumnya, dengan Lucky.

"Kita pertemukan dengan pelaku. Kita disebutkan ciri-ciri pelaku. Dia (target polisi) menggunakan mobil putih," jelas Iwan.

Akhirnya sang target berhasil tertangkap di Jalan Satria, dengan menggunakan mobil berwarna putih. "Mobil Lucky mobilnya putih juga," sebutnya.

Jika saat itu Lucky ketakutan menerima kedatangan Polisi, Iwan menyebut hal tersebut wajar. "Wajar dia (Lucky) berpikiran seperti itu. Setelah tahu polisi, barulah (dia paham). Pak Lucky-nya kooperatif," terang Iwan.

Terkait permintaan Lucky agar Iwan dan jajaran meminta maaf kepada dirinya, Iwan mengaku hal tersebut sudah dilakukannya. "Sudah kita tadi (kemarin,red) ke sana meminta maaf," sebut Iwan.

Iwan juga mengaku telah berkoordinasi dengan aparat lingkungan untuk melakukan koordinasi guna meluruskan hal yang sebenarnya.

"(Mulanya) warga sana salah sangka. Pak RT kebetulan lagi Imlek. Dan kita sampaikan ke Pak RW dan sekuriti. Jadi bukan seperti yang disangkakan (warga). Ada penangkapan, kita sampaikan tidak ada kaitan sama sekali (dengan Lucky). Nanti saya ke sana lagi," pungkas Iwan.

Baca juga:
Derita Lucky korban salah tangkap, dibentak hingga diinjak polisi
Cerita kocak warga ditangkap gara-gara dikira teroris
Menkum HAM sentil Kepolisian suka salah tangkap buat negara rugi
Cerita tukang ojek jadi korban salah tangkap hingga anak meninggal
Kasus-kasus korban salah tangkap polisi yang paling menyedihkan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.