LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Korban penculikan penipu modus mualaf kembali ke keluarga

Awalnya WN meninggalkan rumahnya di Kelurahan Pasar Kemis, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, karena masalah keluarga. WN mulanya kabur ke warnet. Di saat bersamaan Imanuel Fajar Wibowo, tersangka penipuan dengan modus meminta sumbangan datang sebagai seorang mualaf. WN diminta ikut dan dijanjikan imbalan uang.

2018-02-24 00:07:00
Penculikan
Advertisement

WN, remaja 15 tahun ini sudah setahun dua bulan tak bertemu dengan keluarganya di Tangerang, Banten. WN dibawa Imanuel Fajar Wibowo untuk diajak mencari sumbangan ke masjid-masjid dengan modus sebagai mualaf.

Awalnya WN meninggalkan rumahnya di Kelurahan Pasar Kemis, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, karena masalah keluarga. Ketika itu, WN masih berstatus pelajar kelas 1 SMP di sana. "Dia tidak pulang selama dua hari karena masalah keluarga," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara.

Selama dua hari itu, WN berada di sebuah warnet. Di saat bersamaan dihampiri oleh Imanuel Fajar Wibowo, tersangka penipuan dengan modus meminta sumbangan sebagai seorang mualaf. WN lalu diajak untuk menemaninya.

Advertisement

"Pelaku menculik korban dengan iming-iming mendapatkan uang Rp 300-1 juta per hari. WN pun tertarik lalu ikut tersangka," kata dia.

Rupanya yang dijanjikan itu hanya omong kosong belaka. Pendapatan mencari sumbangan tak lebih dari Rp 200 ribu. WN meminta pulang ke rumahnya tapi dihalangi terus. Bahkan, dibawa sampai ke Bekasi.

"Tidur di dalam warnet, kalau mandi di masjid," tutur WN.

Advertisement

WN mengaku senang bertemu dengan keluarganya, setelah kasus itu terungkap oleh aparat Polsek Tambun.

Kasus itu terbongkar setelah Imanuel datang ke rumah Ustaz Ridwan di Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (23/2). Gara-gara tak diberi sumbangan, Imannuel mengumpat dengan kata tak sopan, sehingga santri di sana tersinggung.

Alhasil, Imanuel diamankan warga, sempat dipukuli. Bahkan, masyarakat yang terpengaruh isu penyerangan ulama oleh orang gila mengaitkan tersangka adalah orang gila, bahkan isu kebangkitan PKI. Video penangkapan itu pun viral di media sosial.

Baca juga:
Culik anak sendiri, Jorge dan teman wanitanya dideportasi ke Argentina
30 Persen saraf berfungsi, penculik bocah Argentina batal diamputasi
Orangtua di Australia dibuat resah dengan munculnya petugas sosial palsu
Ogah balik ke Argentina, penculik Alum sayat urat nadi hingga nyaris putus
Bertemu Kapolri, Dubes Argentina berterima kasih membantu menemukan bocah Alum
Pekan ini, Alum akan segera dipulangkan ke Argentina
Langgar aturan imigrasi, Ayah bocah Alum dan pacarnya masih ditahan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.