Korban Keracunan MBG di Garut Masih Bertambah Usai Ditetapkan KLB
Pemerintah Kabupaten Garut pun telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB)segera pada Selasa (30/9).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat jumlah korban dalam kasus dugaan keracunan massal siswa diduga usai santap MBG terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Garut pun telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB)segera pada Selasa (30/9).
Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani, menyebutkan sebanyak 135 orang pasien tercatat pada hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB. Adapun di hari sebelumnya, yakni Selasa (30/9), tercatat sebanyak 147 pasien.
“Update KLB dugaan keracunan makanan total pasien 282 orang,” kata Leli dalam keterangannya.
Dari angka tersebut, sebanyak 81 orang masih dirawat inap di puskesmas Leles, 2 orang orang di Puskesmas Kadungora, dan 6 pasien di RSUD dr Slamet.
“193 lainnya sudah diperbolehkan pulang,” imbuh dia.
Kronologi Keracunan
Sebelumnya, peristiwa keracunan massal siswa di Garut, diduga usai menyantap MBG terjadi pada Selasa (30/9). Salah satu sekolah yang siswanya terdampak ialah SMPN 1 Kadungora.
“Tadi saya ikut bawa, ada 13 yang yang saya bawa. Sisanya pakai ambulance. Kalau tadi 20 siswa, tapi sekarang tidak tahu mungkin bertambah,” ucap Eros, saat dihubungi wartawan, Selasa (30/9).
Dia bilang, peristiwanya terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, selepas azan Zuhur. Selain membantu siswa memperoleh penanganan medis, Eros mengatakan pihak sekolah juga langsung melakukan pendataan.
“Gejalanya ya gitu. Mual, sakit perut. Kejadiannya sekitar jam 1 an siang,” katanya.