Konflik Belum Usai, Penutupan Bandung Zoo Bikin Nasib Karyawan dan Satwa Tak Menentu
Kebun binatang yang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) ini kini lumpuh operasionalnya.
Sudah dua pekan berlalu sejak Bandung Zoo ditutup akibat konflik internal pengelola. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran, tak hanya soal kelangsungan hidup satwa, tetapi juga nasib sekitar 140 karyawan yang menggantungkan hidupnya di taman margasatwa tersebut.
Kebun binatang yang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) ini kini lumpuh operasionalnya. Para pekerja, mulai dari karyawan tetap hingga harian lepas, menghadapi ketidakjelasan soal gaji dan status pekerjaan.
"Hilangnya banyak banget. Hilang kita itu hampir Rp1,1 miliar. Kita merugi. Potensi tidak terambil," kata Sulhan Syafi'i, juru bicara manajemen lama YMT, saat dihubungi, Senin (18/8).
Menurut Sulhan, besarnya potensi kerugian juga diperparah dengan momentum Hari Kemerdekaan yang seharusnya mendongkrak jumlah pengunjung. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas karyawan menerima upah sesuai UMR, meski sebagian lainnya dibayar berdasarkan hari kerja.
"Kalau memang berkepanjangan, ya kita belum tahu (ada pemecatan atau tidak). Karena kita harus berupaya dulu untuk membuka ini secepat mungkin," ujarnya.
Sulhan memperkirakan dana operasional termasuk pembayaran gaji hanya bisa bertahan untuk satu bulan ke depan jika penutupan terus berlanjut.
"Palingan hanya sebulan. Sebulan ini mungkin. Ya, sebulan ini kita upayakan sebulan ini lah," katanya.
Sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan kapan Bandung Zoo bisa kembali dibuka.
"Kita tidak mengerti (sampai kapan ditutup). Karena ini yang tutup kan polisi. Karena waktu itu ribut-ribut, di sebelahnya kan besoknya akan ada RI 1, jadi ditutup sama polisi. Sekarang pun yang jaga-jaga polisi," jelasnya.
DPRD Jabar dan Pemkot Bandung Ikut Soroti
Persoalan ini turut mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang memantau langsung kondisi satwa di lokasi. Ia memastikan bahwa hewan-hewan di Bandung Zoo masih dalam kondisi sehat dan terawat.
"Saya ke sana mengecek bagaimana pemeliharaan satwa-satwa dan bahwa kondisi hewan baik-baik saja, makanan dan kesehatan masih terjamin," kata Ono.
Ia juga menyebut telah berdiskusi dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menyatakan akan ikut bertanggung jawab terhadap nasib karyawan dan satwa di Bandung Zoo.
"Dari penjelasan itu mudah-mudahan, per-satwa maupun karyawannya bisa teratasi, terlepas dari permasalahan konflik yang ada," tambahnya.
Ono mengatakan DPRD Kota Bandung juga diminta ikut melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap penyelesaian masalah ini.
"Saya meminta Pak Andri juga terus melakukan pendampingan pemantauan baik terkait dengan nasib karyawan maupun satwa-satwa yang ada di sana," ujarnya.
Pariwisata Bandung Ikut Terdampak
Penutupan Bandung Zoo juga dirasakan oleh sektor pariwisata kota. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan luar kota mengalami penurunan sejak kebun binatang tersebut tidak beroperasi.
"Bandung Zoo memang salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung, di samping beberapa objek wisata lain," ucapnya.
Saat ditanya soal kemungkinan dibukanya kembali kebun binatang, Adi menyatakan pemerintah masih menunggu proses hukum yang tengah berjalan.
"Untuk Bandung Zoo ini saya harus sinkron dengan pernyataan Pak Wali, bahwa hal ini sudah masuk ke ranah hukum. Jadi pemerintah, termasuk kami di Disbudpar, mengikuti dulu proses hukum sampai semuanya jelas," katanya.