Kompolnas Pelototi Polisi Usut Penyelidikan Diplomat Kemlu Tewas
Tito mengaku masih belum mengetahui hasil dari penyelidikan kepolisian terkait kasus kematian Daru.
Wakil Ketua Umum Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Tito Karnavian bakal meminta anggotanya untuk terjun langsung awasi penyelidikan kasus kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39) yang hingga kini masih misteri.
Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh penyidik dari Polda Metro Jaya.
"Tentu saya akan meminta kepada teman2 komisioner kompolnas untuk koordinasi dengan Polda untuk melihat progressnya. Lidiknya dan sidiknya," kata Tito di hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Rabu (16/7).
Meski demikian, Tito mengaku masih belum mengetahui hasil dari penyelidikan kepolisian terkait kasus kematian Daru. Dia juga akan mengutus satu anggota Kompolnas untuk ikut mengawasi nantinya.
"Saya belum tahu hasilnya, tapi saya akan meminta nanti," pungkas dia.
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah melakukan olah TKP kembali mengusut kasus kematian Daru di Kost Guest House Gondia Jalan Gondangdia Kecil No 22, Menteng, Jakarta Pusat Jumat (11/7) pagi.
"Tadi pagi, rekan-rekan kami dari penyelidik Subdit resmob ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan olah TKP. Penyelidik mendatangi TKP dan melakukan olah TKP bersama-sama dengan berbagai ahli," kata Kadid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers, Jumat (11/7).
Olah TKP
Selama olah TKP, penyidik Polda Metro Jaya diperbantukan pihak kedokteran kepolisian, Puslabfor, dan inafis Bareskrim Mabes Polri.
Polisi juga melibatkan pihak kedokteran RSCM yang sebelumnya sempat melakukan autopsi terlebih dahulu terhadap jenazah Daru.
"Ini merupakan kolaborasi interprofesi dalam proses pengukapan sebuah peristiwa prinsip-prinsip profesional, proporsional kemudian kecermatan, kehati-hatian itu selalu kami pegang," tegas Ade Ary.
Libatkan Ahli Patologi
Selama proses autopsi yang dilakukan pihak RSCM, pihak rumah sakit melibatkan berbagai ahli, termasuk ahli Patologi untuk mengungkap misteri kematian Daru dengan wajah yang terbungkus lakban. Pihaknya juga masih hasil autopsi yang sebelumnya telah dilakukan oleh pihak RSCM.
"Dalam mengungkap sebuah peristiwa ini, kami harus mengedepankan prinsip scientific crime investigation ya, pengungkapan kasus berdasarkan pendekatan berbagai ilmu," terang dia.