LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komnas Perempuan: Islam Menghargai Perasaan Perempuan untuk Bisa Berpasangan

Guru besar kajian gender dan studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini berpandangan, ada yang sengaja menyembunyikan pemahaman dalam khazanah Islam untuk kepentingan kelompok.

2018-12-17 19:14:54
Poligami
Advertisement

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Nina Nurmila tidak setuju dengan poligami. Menurutnya, poligami bertentangan dengan ayat-ayat lain di Alquran.

"Sebetulnya poligami bertentangan dengan ayat-ayat yang lain, seperti; perlakukanlah perempuan dengan baik, mu'asyaroh itu kan saling, bagaimana bisa saling, kalau misalnya satu banding dua atau tiga atau empat," katanya saat dihubungi, Senin (17/12).

Dia menilai, adil sebagai syarat untuk berpoligami tidak mungkin dicapai seperti halnya dinyatakan dalam surat Annisa ayat 129.

Advertisement

"Jadi Allah sebetulnya tidak menghendaki berpoligami, makanya Allah juga menekankan Tauhid. Tauhid itu adalah mengesakan Allah, tidak ada sekutu baginya. Jadi agama Islam sebagai agama rasional, juga menghargai perasaan perempuan untuk bisa berpasangan," jelasnya.

Guru besar kajian gender dan studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini berpandangan, ada yang sengaja menyembunyikan pemahaman dalam khazanah Islam untuk kepentingan kelompok.

"Jadi dalam khazanah intelektual Islam itu, kadang-kadang ada penguburan ilmu pengetahuan yang disengaja, untuk kepentingan kelompok yang dominan yaitu laki-laki," tutup Nina.

Advertisement

Sebagaimana diketahui, pembahasan poligami kembali muncul ke publik setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyerukan revisi Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan terutama terkait dengan poligami. Grace menyatakan partainya tidak akan pernah mendukung praktik poligami.

Dia menegaskan, poligami adalah bentuk ketidakadilan yang dilembagakan oleh negara. Sehingga, UU tersebut harus direvisi agar tidak ada lagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan.

Baca juga:
Komnas Perempuan Dukung Revisi UU Perkawinan
Farhat Abbas: Keluarkan Saja PSI dari Koalisi Jokowi
PPP Sarankan PSI Belajar UU Parpol Dibanding Bahas Poligami
PSI Bakal Pecat Kader dan Caleg Berpoligami
Pernyataan Grace Natalie Soal Poligami Dianggap Tidak Mencerminkan Toleransi

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.