Komnas KIPI: Pelajar di Sukabumi Meninggal karena Syok Septik, Tak Terkait Vaksin
Siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) asal Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat meninggal dunia seusai menjalani vaksinasi Covid-19. Komnas KIPI telah melakukan investigasi dan mengaudit kejadian meninggalnya bocah berinisial MDA (11) itu.
Siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) asal Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat meninggal dunia seusai menjalani vaksinasi Covid-19. Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) telah melakukan investigasi dan mengaudit kejadian meninggalnya bocah berinisial MDA (11) itu.
Hasil audit menunjukkan tidak ada kaitan antara fatalitas dengan vaksinasi Covid-19. "Kesimpulan tidak terkait imunisasi," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari kepada merdeka.com, Sabtu (22/1).
Berdasarkan investigasi, MDA meninggal dunia akibat syok septik. Dari informasi yang dihimpun, syok septik merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang disebabkan kondisi sepsis, yaitu peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi.
Syok septik ditandai dengan kegagalan fungsi sirkulasi akibat infeksi yang berlanjut. "Dari data yang didapat, diambil kesimpulan bahwa sebab kematian adalah septic syok," jelas Hindra.
MDA meninggal dunia pada Jumat (21/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Dia mengikuti vaksinasi anak pada Sabtu (15/1).
Setelah menerima vaksinasi Covid-19, MDA mengalami demam selama dua hari hingga Minggu (16/1). MDA sempat masuk sekolah pada Senin (17/1).
Namun, karena demam tak kunjung sembuh, MDA dibawa ke rumah sakit Betha Medika Cisaat. Di sana, dia menjalani perawatan selama dua hari, kondisinya pun terus menurun hingga meninggal dunia.
Baca juga:
ITAGI: Kasus Covid-19 Pada Anak Meningkat Saat Hari Libur
Belum Divaksinasi, 5 Siswa SD di Tasikmalaya Sudah Terima SMS Sertifikat Vaksin
Komnas KIPI: Tidak Benar KIPI Anak Lebih Tinggi dari Dewasa
Orangtua Tak Perlu Panik, Ini Cara Atasi KIPI Vaksin Covid-19 Pada Anak
Cegah Lonjakan Omicron, Mendagri Minta Camat di Pekanbaru Kebut Vaksin Booster & Anak