Kolaborasi Kuat Semua Pihak Kunci Penanggulangan HIV Efektif di Parigi Moutong
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, tekankan kolaborasi semua pihak krusial untuk Penanggulangan HIV, dorong dukungan bagi penderita dan edukasi masyarakat.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya Penanggulangan HIV/AIDS di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan usai pengukuhan pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat di Parigi, Selasa. Beliau menekankan bahwa penanganan kasus HIV bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Erwin Burase mengajak masyarakat untuk tidak menjauhi penderita HIV, melainkan merangkul dan memberikan penguatan. Tujuannya agar mereka dapat menjalani hidup dengan baik dan konsisten dalam pengobatan yang diperlukan. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu mengurangi stigma negatif yang seringkali menyertai Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).
Kehadiran KPA diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi serta membantu Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan konseling. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan komitmen bersama untuk pencegahan serta Penanggulangan HIV secara efektif.
Peran KPA dan Pentingnya Edukasi Komprehensif
Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa Komisi Penanggulangan AIDS memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam edukasi masyarakat. Mereka juga bertugas membantu Dinas Kesehatan dalam menyelenggarakan konseling bagi individu yang membutuhkan. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya dan Penanggulangan HIV.
"Penderita HIV jangan dijauhi, justru mereka dirangkul dan diberi penguatan supaya mereka selamat menjalani hidup dan konsisten melakukan pengobatan," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan sosial dan psikologis bagi ODHA. Dukungan ini krusial untuk memastikan mereka tidak merasa terisolasi dan tetap patuh pada regimen pengobatan.
Hingga saat ini, belum ada antivirus paten yang mampu mengatasi penyakit HIV/AIDS secara tuntas. Langkah yang dapat dilakukan adalah pengobatan rutin untuk menjaga daya tahan tubuh penderita. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh mereka dapat tetap stabil dan kualitas hidupnya terjaga.
Menghadapi Stigma dan Komitmen Pemerintah Daerah
Stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Bupati menekankan bahwa KPA memiliki tugas penting untuk membantu pemerintah mengedukasi masyarakat. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat tidak melakukan perilaku seks menyimpang yang berisiko tinggi.
Penanggulangan HIV/AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, inklusif, dan berkeadilan. Pendekatan ini harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM).
“Diperlukan pendekatan yang komprehensif, inklusif, dan berkeadilan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM),” ucap Erwin. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen penuh mendukung upaya pencegahan dan Penanggulangan HIV. Dukungan ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat.
Data Kasus dan Akses Layanan Kesehatan di Parigi Moutong
Data dari Dinas Kesehatan setempat menunjukkan adanya 38 kasus HIV yang ditemukan di Kabupaten Parigi Moutong sejak Januari hingga Desember 2025. Puluhan kasus ini memerlukan penanggulangan dan pengobatan intensif guna mencegah penularan lebih lanjut. Identifikasi kasus merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya Penanggulangan HIV.
Pemkab Parimo telah menyediakan layanan konseling dan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) keliling secara sukarela, rahasia, dan terstruktur. Layanan ini bertujuan untuk mengetahui status HIV seseorang secara akurat. Ketersediaan layanan ini sangat penting untuk deteksi dini dan intervensi cepat.
Selain itu, program Penanggulangan HIV di Parigi Moutong juga menyediakan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) di tiga fasilitas kesehatan (faskes). Faskes khusus layanan HIV meliputi Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi, Puskesmas Torue, dan Puskesmas Mepanga. Keberlanjutan layanan ini, mulai dari pencegahan hingga pendampingan, memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Sumber: AntaraNews