Kisah personel Basarnas Gorontalo kehilangan istrinya usai misi kemanusiaan di Palu
Sebelum meninggal, Devita Purnamasari, istri Alfrits menjalani operasi caesar. Namun nyawa bayi pertamanya tidak terselamatkan. Usai operasi, sang istri sempat kembali ke rumah untuk istirahat.
Basarnas Gorontalo berduka. Istri dari salah satu personel Basarnas Gorontalo Alfrits M. Rottie, meninggal dunia hanya berselang dua hari setelah sang suami selesai menjalankan misi kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah.
Selama 14 hari Alfrits dan enam anggota Basarnas Gorontalo menjalankan pencarian dan pertolongan terhadap warga korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.
Sebelum meninggal, Devita Purnamasari, istri Alfrits menjalani operasi caesar. Namun nyawa bayi pertamanya tidak terselamatkan. Usai operasi, sang istri sempat kembali ke rumah untuk istirahat.
"Setelah gempa, berangkatlah (Alfrits) ke Palu. Sebelumnya sempat tidak mau berangkat. Tapi karena permintaan istrinya, akhirnya ke Palu, melaksanakan tugas," kata Kasubsi Sumber Daya Basarnas Gorontalo, Rizal.
"Istrinya (Alfrits) bilang, berangkat saja. Orang-orang di sana (di Palu), lebih memerlukan bantuan. Kalau saya di sini, ada keluarga yang urus," kata Rizal menirukan ucapan istri Alfrits.
Saat Alfrits bertugas di Palu, Devita kembali masuk rumah sakit hingga tidak sadarkan diri. Alfrits sempat berupaya mencari pesawat tujuan Gorontalo. Namun tidak ada penerbangan dari Palu saat itu.
"Dia (Alfrits) sempat kontak istrinya. Istrinya bilang, tidak usah pulang. Istrinya bilang tidak apa-apa," ungkap Rizal.
"Saya dan rekan lain, menyarankan pulang saja ke Gorontalo. Tapi, waktu itu dia (Alfrits) bilang baru akan pulang tunggu sampai operasi di Palu selesai," terang Rizal.
Operasi SAR ditutup Kamis (11/10). Alfrits pun kembali ke Gorontalo. Sempat dua hari, Alfrits dan istrinya bersenda gurau.
"Istrinya bilang, istirahat saja, capek habis dari Palu. Istrinya sempat minta adiknya mengaji di dekatnya. Dan ibu Devita, sempat bersin 2 kali, setelah itu sudah tidak ada. Sempat dikira tidur, tapi ternyata sudah meninggal," ungkap Rizal.
Baca juga:
Basarnas setop pencarian korban gempa di Sulteng, 2 pekan temukan 975 jenazah
Basarnas temukan 10 jenazah di Balaroa, ada yang tertimbun 10 meter
Basarnas evakuasi 785 korban gempa di Palu, 699 orang meninggal dan 86 selamat
Cara personel Basarnas melepas penat usai evakuasi korban bencana Sulteng
Hari kelima bencana Palu, aroma mayat menyengat seperti kota mati
Empat hari operasi SAR, Basarnas evakuasi 415 korban gempa Sulteng