Kisah heroik Hasan Samay tarik sumbangan di Muktamar Muhammadiyah
Sumbangan itu dipinta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, Hasan Samay buat korban insiden Tolikara.
Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang adem ayem tiba-tiba bergemuruh dengan tepuk tangan peserta. Hal itu lantaran suara lantang Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, Hasan Samay yang meminta bantuan untuk korban insiden Tolikara minimal Rp 10.000 per peserta.
"Itu program yang kami punya ke muktamar ini. Satu untuk solidaritas pendirian rumah sakit dan kedua bantuan Tolikara untuk pembangunan masjid," kata Hasan di Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa (4/8).
Menurutnya, aksi spontan dari peserta muktamar sangat luar biasa. Sebab, awalnya dirinya hanya ingin menyampaikan imbauan untuk menyumbang.
"Kami tidak langsung membangun tapi lewat pemerintah dan lembaga sosial. Kami menghargai karena korban lebih banyak dari mereka," terang dia.
Lanjut dia, masjid yang akan dibangun tersebut telah dilakukan peletakan batu pertama. Lokasinya berada di depan Koramil Tolikara.
"Waktu Menko Polhukam ke sana, saya minta kesanggupan Presiden GIDI. Saya panggil abang, tiga bulan ke depan akan melakukan salat Idul Adha, mereka bilang saya kasih jaminan," ujar dia.
Masih menurutnya, biaya pembangunan di Tolikara sangat mahal. Material di sana harus didatangkan dari luar pulau.
"Kalau rinciannya karena transportasi sangat tinggi. Sementara ini belum ada," beber dia.
Sementara itu, pengumpulan sumbangan kasus Tolikara telah usai. Terkumpul dana sebesar Rp 70.151.000. Namun, angka itu diperkirakan bertambah karena sumbangan juga dimintakan dari Muktamar Aisyiyah.
Baca juga:
Muktamar Muhammadiyah diharapkan lahirkan Ketua Umum visioner
Tradisi Muhammadiyah dakwah, tak cocok dijadikan partai politik
Haedar Nashir ingin Muhammadiyah tetap jadi ormas dakwah kerakyatan
Yunahar Ilyas: Muhammadiyah jadi parpol, timbul gesekan dan rebutan
Kapolri: Ledakan di Makassar bukan teror untuk Muktamar Muhammadiyah
AM Fatwa: Din pernah bilang PAN itu partai utama Muhammadiyah
Muhammadiyah buka opsi dirikan partai politik