LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah balita AM tewas dianiaya ayah angkat

Kisah balita AM tewas dianiaya ayah angkat. Keseharian balita AM, mendapatkan perlakuan yang tidak pantas diterimanya sebagai seorang anak. Tabiat Taufik yang tempramental kerap menganiaya balita AM. Itu pun, tanpa sepengetahuan istrinya.

2018-08-08 05:15:00
Penganiayaan Balita
Advertisement

Balita AM (4) yang tinggal di desa Limbung, Sungai Raya, kabupaten Kubu Raya, tewas di tangan ayah angkatnya, Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul (30) usai dianiaya berulang kali. Kisah balita AM menyimpan cerita tersendiri.

Keterangan diperoleh merdeka.com, balita AM, berasal dari keluarga kurang mampu di Sungai Raya. Sejak ibunya meninggal, ayah kandung Yanto tidak berkecukupan menghidupi balitanya.

Akhirnya, bayi itu pun menjadi anak angkat Ibrahim Taufik dan Agus Kartina (33), yang juga sejatinya tergolong pasangan suami istri kurang mampu. Taufik bekerja serabutan. Selama pernikahan pun keduanya tidak dikaruniai anak.

Advertisement

Keseharian balita AM, mendapatkan perlakuan yang tidak pantas diterimanya sebagai seorang anak. Tabiat Taufik yang tempramental kerap menganiaya balita AM. Itu pun, tanpa sepengetahuan istrinya.

Peristiwa itu, mengejutkan Kartina yang pulang kembali ke rumah. Hingga dia menemukan balita AM tidak sadarkan diri di dalam rumahnya dan dinyatakan usai dianiaya. Kartina tersadar suaminya usai menganiaya AM.

Kendati demikian, ditemui wartawan Mapolda Kalimantan Barat sore tadi, dia tetap menilai sang suami sosok yang baik meski diakuinya memang tempramental dan kerap marah,

Advertisement

"Suami saya itu baik. Cuma kalau lagi emosi, sulit terkontrol. Saya sering dimarahi, hanya masalah sepele," kata dia, Selasa (7/8).

"Saya ikuti saja, jalani ini semua, ikhlas. Saya tidak mau membela suami saya. Ini murni perbuatan dia, dan dia harus bertanggungjawab. Sudah takdir dan nasib jalani hidup saya, dan saya siap menjalani itu semua," ungkap Kartina.

Sementara, bagi Taufik, tidak banyak yang dia ucapkan. Sambil menitikkan air mata, dia hanya mengakui penyesalannya menganiaya balita AM.

Taufik sendiri, sejak pukul 14.00 WIB siang tadi hingga 1,5 jam lamanya menjalani pemeriksaan kejiwaan oleh tim Dokkes Polda Kalimantan Barat. Kepolisian ingin memastikan kejiwaan Taufik, yang tega menganiaya balita tidak berdosa itu, hanya gara-gara emosi balita AM yang diinginkannya tidur, hanya berpura-pura tidur.

"Pelaku ini emosi, dan tempramen. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan melakukan itu terhadap korban," kata Kasubbag Psipol Bagpsipol Bidang Dokkes Polda Kalimantan Barat Kompol Teguh Purwo Nugroho.

Diketahui, balita AM (4), yang tinggal bersama ayah angkatnya, Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul (30), warga Desa Limbung, Sungai Raya, kabupaten Kubu Raya, tewas dengan luka parah di kepala, usai dihajar ayah angkatnya. Peristiwa itu terjadi Kamis (2/8) pagi, hingga AM pun menghembuskan nafas terakhirnya Minggu (5/8).

Taufik ditangkap Satreskrim Polresta Pontianak, usai ayah kandung balita AM, Yanto, yang tinggal di Batu Ampar, Kubu Raya, melapor ke Polresta Pontianak, Sabtu (4/8). Taufik pun akhirnya mengakui telah menganiaya balita malang itu. (Saud Rosadi)

Baca juga:
Pura-pura tidur, balita tewas dianiaya ayah angkat
Bocah 3 tahun tewas usai dipukul dan digigit pacar ibunya
Kronologi Choirul pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit
Tak tahan dengar tangisan, Agus pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit
Ke polisi, ayah tiri aniaya balita di Depok ngaku cuma menyentil hidung
Balita di Depok luka lebam dan patah tulang hidung usai dianiaya ayah tiri

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.