Khofifah Serukan Penguatan Persaudaraan Waisak 2026, Fondasi Perdamaian Dunia
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan persaudaraan Waisak 2026 sebagai upaya menjaga perdamaian dan kerukunan di tengah tantangan global, membuat pembaca penasaran akan detail seruan tersebut.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan penguatan persaudaraan antarumat beragama. Seruan ini disampaikan pada peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026.
Peringatan Waisak yang berlangsung di Surabaya pada Minggu ini menjadi momentum penting. Tujuannya adalah untuk menjaga perdamaian, kerukunan, serta harmoni sosial baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Khofifah menekankan bahwa nilai-nilai Dharma, seperti cinta kasih dan kebijaksanaan, sangat relevan. Hal ini menjadi fondasi kuat untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.
Dharma dan Tantangan Global
Khofifah menjelaskan bahwa seruan penguatan persaudaraan ini selaras dengan tema Hari Raya Waisak 2026, yaitu “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia saat ini untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Di tengah berbagai tantangan global seperti konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis kemanusiaan, nilai-nilai Dharma menawarkan solusi. Nilai-nilai ini mengajarkan pentingnya cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama.
Upaya menjaga perdamaian global harus dimulai dari kemampuan setiap individu. Menciptakan kedamaian dalam diri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat adalah langkah awal yang krusial.
Jawa Timur, Teladan Toleransi dan Persatuan
Gubernur Khofifah menyoroti bahwa Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Semangat gotong royong dan kehidupan yang harmonis juga sangat kental di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial masyarakat.
Oleh karena itu, semangat Waisak diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan merawat kerukunan sebagai modal penting pembangunan daerah.
Khofifah menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik. Namun, perdamaian adalah hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling membantu dalam kehidupan bersama.
Keberagaman merupakan anugerah sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dirawat. Hal ini dapat dilakukan melalui sikap toleran dan semangat kebersamaan yang kokoh.
Momentum Waisak untuk Kebaikan dan Kontribusi Sosial
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Waisak sebagai momentum. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak perbuatan baik, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa membedakan latar belakang.
Tantangan zaman saat ini membutuhkan lebih banyak empati, solidaritas, dan kepedulian dari setiap individu. Semangat Dharma harus menjadi energi positif untuk membangun kehidupan yang damai, inklusif, adil, dan penuh kasih sayang.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh umat Buddha di Jawa Timur. Mereka dinilai telah berkontribusi aktif menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kontribusi umat Buddha menjadi bagian penting dalam memperkuat harmoni sosial. Ini juga turut menjaga Jawa Timur tetap kondusif, damai, dan guyub. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026. Ia berharap semangat Dharma senantiasa membimbing untuk menebarkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia.
Sumber: AntaraNews