Ketum PBNU soal ucapan Trump: Jangan-jangan memancing agar Islam radikal ada lagi
Padahal, dalam pandangannya, kelompok Islam radikal kali ini sedikit agak mereda, namun Trump coba bangkitkan kembali agar nama baik Islam tercoreng.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, menilai ucapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel bentuk strategi memunculkan kembali Islam radikal.
Padahal, dalam pandangannya, kelompok Islam radikal kali ini sedikit agak mereda, namun Trump coba bangkitkan kembali agar nama baik Islam tercoreng.
"Jangan-jangan Trump ini juga memancing agar kelompok Islam radikal ada lagi. Al Qaidah sudah surut, ISIS sudah reda, jangan-jangan gitu," kata Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (15/12).
Selain mencoreng nama baik umat muslim, dia juga menilai Trump seperti memunculkan para teroris baru.
"Terakhir teroris ISIS lagi karena ISIS sudah surut. Kemudian diharapkan ada Islam terorisme muncul lagi. Karena Al Qaidah sudah surut. ISIS sudah berantakan. Jangan-jangan gitu. Nanti ada alasan minimal mencoreng agama Islam dan umat Islam," tambah Said Aqil.
Dia sayangkan, keputusan sepihak yang dilakukan Trump bukan hanya berdampak pada agama. Tetapi berdampak pada sisi kemanusiaan. Trump, menurutnya, telah mencoreng keputusan resolusi PBB.
"Ini bukan masalah agama. Semata-mata masalah perikemanusiaan dan hak azasi orang banyak. Dan hak kedaulatan dan menginjak-injak keputusan resolusi PBB," ungkap Said.
Said Aqil berharap apa yang diucapkan Trump menjadi tantangan untuk dunia agar tetap bersatu dan tidak mudah terpecah.
"Jadi ini merupakan tantangan kepada dunia. Masih ada penjajahan yang terang-terangan. Kita harus terus bersatu," tegas Said Aqil.
Baca juga:
'Palestina selalu berada dalam detak jantung Indonesia'
Soal Yerusalem, tokoh lintas agama RI sebut Donald Trump langgar hak kemanusiaan
Bela Palestina, massa di Medan bakar bendera AS-Israel dan gambar Donald Trump
Ormas Islam di Bandung dukung sikap OKI akui Yerusalem Timur ibu kota Palestina
Akui Yerusalem Timur jadi ibu kota Palestina, Turki bakal buka kedutaan besar
Temuan KPAI buku SD memuat Yerusalem ibu kota Israel terbit sesuai kurikulum 2006
Presiden Libanon minta negara yang akui Yerusalem ibu kota Israel dihukum