'Palestina selalu berada dalam detak jantung Indonesia'
Merdeka.com - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan Yerusalem adalah Ibu Kota Israel menuai kecaman dari dunia terutama negara negara Islam. Salah satu yang mengutuk keras pengakuan sepihak tersebut adalah negara Indonesia.
Minister Counsellor Palestina Taher Hamad juga mengecam keras pernyataan Presiden ke-45 Amerika itu. Kecaman itu disampaikannya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertema 'Indonesia Bersama Palestina' di ruang serbaguna Ruslan Abdulgani, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Kami mengutuk keputusan dari Presiden Trump karena pernyataan tersebut adalah kriminal terhadap warga Palestina, Trump telah memberikan Mandat-nya bahwa Israel adalah ibu kota Yerusalem, kami berharap seluruh negara mendukung kami dan Trump menarik pernyataannya," seru Taher saat diskusi di Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/12).
Taher berharap Indonesia tetap memberi dukungan penuh untuk kemerdekaan Palestina, diikuti negara-negara Islam yang tergabung di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terhadap rakyat Palestina di Yerusalem.
"Yang kami butuhkan saat ini adalah dukungan politik dan diplomatik dari Indonesia serta dukungan OKI terhadap warga kami di Yerusalem, agar juga Israel tidak mengakui Yerusalem adalah ibu kotanya," tuturnya.
"Para penduduk Palestina sangat dibebani, pendidikan juga susah, mereka bahkan tidak diizinkan beribadah, saya melihat di sini orang Indonesia dapat membawa anaknya solat Jumat, di Palestina susah," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko mengatakan negara Palestina berada dalam detak jantung dan desahan napas diplomasi dan politik luar negeri Indonesia. Tak terbantahkan, Indonesia telah bersama Palestina sejak 70 tahun.
"Bagi Indonesia isu tentang Palestina tidak bisa ditawar-tawar lagi sesuai mandat konstitusi kita dan pembukaan UUD 1945 adalah kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan turut menciptakan kedamaian dunia, itu hal yang kita landasi atas dukungan kepada warga Palestina," tegas Sunarko di lokasi yang sama.
Lanjut dia, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTY LB OKI) di Istanbul, Turkey pada Rabu (13/12) yang dihadiri Presiden Jokowi, Indonesia pun berupaya mengunggah masyarakat dunia, khususnya negara OKI mengambil sikap tegas atas isu tersebut.
"Ini merupakan langkah konkret Pemerintah Indonesia agar Palestina mendapatkan hak haknya sebagai sebuah bangsa dan negara," kata Sunarko. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya