Ketua PPATK sebut semua data transaksi Komjen Budi sudah di KPK
Terkait kasus Budi, sejumlah Jenderal sudah mulai diperiksa KPK pada Selasa kemarin.
Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) tak ingin menjelaskan lebih rinci soal transaksi-transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan. Menurut Ketua PPATK, M Yusuf, semua data yang mereka miliki sudah diserahkan ke KPK.
"Tanya KPK saja. Di KPK sudah lengkap kita kirim. Yang memberi, kepada siapa, itu sudah (diserahkan)," kata Yusuf usai menandatangani MoU soal TPPU di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/1).
Saat ditanya adakah jenderal lain yang rekeningnya terdeteksi mencurigakan, dia mengaku sudah mengirim data itu ke Mabes Polri. Tindak lanjutnya seperti apa atas temuan-temuan, dia mempersilakan ditanyakan ke Polri.
"Tanya saja di Mabes Polri. Sudah kita kirim. Kita kirim ke polisi itu hampir dua puluhan. Kemudian ada klarifikasi dari kepolisian. Kami PPATK tidak punya kewenangan untuk mengevaluasi, menilai pekerjaan polisi. Sehingga kita serahkan saja kepada mereka dan mereka mengatakan tidak cukup bukti ya selesai," tambahnya.
Namun seingat dia, baru dua nama Pati Polri yang memiliki rekening dengan nilai fantastis.
"Kepada KPK itu baru dua, yaitu kasus Pak BG dan dan Pak Djoko Susilo. Yang lain tidak," pungkasnya.
Baca juga:
KPK sebut perlawanan Komjen Budi cuma bikin boros
KPK sindir praperadilan Komjen Budi: Itu untuk salah tangkap
KPK bingung Komjen Budi Gunawan malah mengadu ke Kejagung
Surya Paloh: Budi Gunawan berhak membela diri
Surya Paloh: Enggak ada kepentingan NasDem mendorong Budi Gunawan
Desmond: 4 Pimpinan KPK sekarang itu tidak sah