LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Ketua BEM FMIPA UNS Diduga Dipukul dan Diancam Pembunuhan, Begini Duduk Perkaranya

Pemukulan terjadi di dalam mobil. Pelaku sebelumnya menyebut mahasiswa tidak tahu tata krama di Solo.

Kamis, 24 Agu 2023 20:57:00
pemukulan
Ketua BEM FMIPA UNS Diduga Dipukul dan Diancam Pembunuhan, Begini Duduk Perkaranya (merdeka.com)
Advertisement

Kasus dugaan penganiayaan disertai ancaman pembunuhan terjadi di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Ketua BEM FMIPA UNS Diduga Dipukul dan Diancam Pembunuhan, Begini Duduk Perkaranya

Mahasiswa prodi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) M Khoirul Umam (19) menjadi korban tindak kekerasan hingga ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan tenaga kependidikan, yakni sopir di FMIPA berinisial Y.

Kasus tersebut telah dilaporkan korban ke Mapolresta Surakarta, Rabu (23/8) kemarin. Korban melaporkan dugaan Tindak Pidana Penganiayaan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.

Khoirul menceritakan kejadian yang bermula saat BEM MIPA tengah menggelar kegiatan eksplor Ormawa (pengenalan organisasi mahasiswa) pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut mengangkat tema pergerakan tentang isu-isu yang terjadi di kampus UNS.


"Sekitar pukul 15.00 WIB, kami mendapatkan panggilan dari pihak Dekanat. Saya ketemu pihak rektorat, yang datang menggunakan mobil bersama terlapor," ujar Khoirul kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Kamis (24/8).

"Setelah dari rektorat pas perjalanan pulang, saya duduk di bangku penumpang depan, di sebelah sopir (pelaku). Yang duduk di belakang pak dekan dan wakil dekan. Terus sopirnya bertanya, 'mas orang mana?' Saya jawab orang Tangerang. Dia bilang 'kamu tahu atitut orang Solo enggak, sini saya ajari'. Langsung saya dipukul di rahang sebelah kanan," kata Khoirul.

Melihat tindakan sopir, dekan F-MIPA langsung melerai. Sopir diminta tidak melakukan kekerasan lagi.

Advertisement

Setelah sampai di Fakultas MIPA, sopir kembali melakukan penganiayaan terhadap korban. Korban juga mengaku dipukul beberapa kali.

"Setelah sampai ke Fakultas MIPA Dekan langsung pergi ke kantornya. Saya sempat berbincang sejenak dengan wakil dekan. Setelah selesai, saya pergi, tapi didatangai lagi oleh pelaku lagi. Saya ditonjok di sebelah rahang kanan dengan tangan kirinya, saya sempat mundur. Dia minta saya untuk diam. Saya ditonjok lagi, dipegang baju saya, dan didorong. Saya diancam akan dibunuh. Saya dipukuli di sebelah dahi, rahang, paha kanan, kaki kanan."

Kata Khoirul.

Advertisement

Khoirul mengaku sempat merekam percakapan bernada ancaman yang dilakukan pelaku kepadanya. Saat ini, rekaman tersebut dia lampirkan sebagai alat bukti. Selain bukti rekaman, ia juga menyertakan hasil visum dari rumah sakit.

"Saya sangat menyayangkan, saat kejadian itu, di samping saya ada satpam. Tapi dia hanya diam melihat saya dipukuli," ungkapnya.

Sikap UNS

Dekan FMIPA UNS, Drs. Harjana dalam konferensi pers di Ruang Sidang Senat Akademik FMIPA UNS
menyatakan UNS sangat tidak menoleransi tindak kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi di lingkungan kampus.

Ia membenarkan telah terjadi kekerasan kepada salah satu Mahasiswa FMIPA UNS (KU). Terduga pelaku kekerasan tersebut adalah sopir (Y).

Terduga pelaku merupakan sopir FMIPA UNS yang berstatus non-PNS dan telah bekerja sejak 2015.

"Pihak Dekanat FMIPA UNS telah melakukan klarifikasi kepada terduga pelaku. Ia menyatakan bahwa terjadinya kekerasan tersebut karena persoalan pribadi masing-masing pihak," kata Dekan FMIPA.

Karena masalah pribadi, lanjut dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib, dalam hal ini kepolisian. Ia mendukung penuh proses pelaporan, penyidikan, dan persidangan terhadap kasus kekerasan yang terjadi di FMIPA UNS.

"Kami akan membantu pihak kepolisian dalam menuntaskan kasus tersebut. Pelaku telah kita nonaktifkan dari pegawai FMIPA agar dapat mengikuti proses hukum yang dihadapi," ujar Dekan FMIPA.

Advertisement

Harjana menegaskan, kampus UNS sangat tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun dan sekecil apapun yang dilakukan oleh siapapun.



"Dekanat (FMIPA) tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun. Kami sudah mengumumkan ini kepada semua pihak bahwa sivitas akademika di FMIPA baik itu dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa," ujar Dekan FMIPA Harjana.

Berita Terbaru
  • Sempat Kabur Bareng Keluarga, Siswi SMP Pembunuh Guru Usai Dipergoki Mencuri Ditangkap
  • Penguatan Anggaran Kementerian Hukum Dinilai Jadi Kunci Pembangunan Hukum Nasional
  • FOTO: Mahasiswa di Sejumlah Kota Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Kebijakan Ekonomi
  • FOTO: Kaskoopsudnas Tinjau Kesiapan Operasi Lanud Haluoleo
  • Wapres Gibran Janji Benahi Tata Kelola MBG dan Kopdes Merah Putih: Lebih Efisien dan Bebas Korupsi
  • pemukulan
Artikel ini ditulis oleh
Editor LIa Harahap
A
Reporter Arie Sunaryo
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.