Ketika Ganjar pakai ikat pinggang rafia & diusir Satgas PDIP
Ketika Ganjar pakai ikat pinggang rafia & diusir Satgas PDIP. Pada cerita tentang parkir itu terjadi di awal-awal Ganjar menjabat. Peristiwa itu dialami disejumlah tempat karena Ganjar memilih menggunakan mobil Toyota Innova sebagai mobil dinasnya. Mungkin bagi sebagian kalangan mobil ini dianggap biasa saja.
Pernah mengenakan celana yang kedodoran? Jika iya, ikat pinggang tentu menjadi pilihan utama agar celana bisa nyaman dikenakan. Tapi jika tidak ada ikat pinggang dan dalam kondisi mendesak apa yang harus dilakukan? Mungkin kisah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait hal ini bisa menjadi inspirasi.
'Hahaha... Gubernur Pakai Sabuk Rafia' itulah judul dari salah satu kisah yang diceritakan pada lakon kedua sebuah buku berjudul 'Gubernur Jelata'. Buku karya Agus Becak ini diluncurkan di Candi Gunung Wukir, Magelang, Sabtu (17/12).
Pada lakon kedua itu diberi tajuk 'Kegagahan dalam Kemiskinan', dengan kembali menyajikan enam kisah di dalamnya.
Kisah tentang rafia itu terjadi pada hari Jumat, saat setiap pagi seluruh pegawai Pemprov Jateng melakukan olahraga bersama di depan kantor gubernuran. Sebab itu, pada hari Jumat biasanya Ganjar berangkat ke kantor dengan mengenakan pakaian olahraga.
Namun, dia tidak menyadari bahwa usai olahraga harus menjadi pemimpin upacara. Namun sayangnya, pakaian untuk dikenakan saat upacara belum disiapkan ajudan. Di ruang pribadinya hanya ada satu celana Pakaian Dinas Lapangan (PDL), sayangnya celana itu kedodoran.
Dalam suasana mendesak itu, Ganjar tetap tenang dan tidak marah dengan ajudan. Namun tidak hilang akal, ia mengenakannya dengan ikat pinggang berupa rafia agar celananya tidak melorot. Dan celana PDL itu dipadukan dengan batik, tidak nyambung memang tapi seorang Ganjar tampak cuek saja.
Pada lakon kedua ini, memang banyak diceritakan kisah-kisah yang lebih unik dan santai. Agus Becak sang penulis menuliskan jargon 'kegagahan dalam kemiskinan' rasanya tidaklah berlebihan jika dianalogikan dengan apa yang dilakukan Ganjar dalam kepemimpinannya.
"Dalam kesederhanaan Ganjar terkandung gagasan-gagasan besar untuk sebuah perubahan, dalam kepemimpinannya Ganjar tidak berusaha mengambil jarak dengan rakyatnya. Hal yang sering dilakukan pemimpin sebelumnya," tulis Agus.
Selain tentang tali rafia, juga dikisahkan sebuah cerita berjudul 'Duh..! Mau Parkir Malah Diusir' kemudian dilanjutkan dengan cerita berjudul 'Astagfirullah, Sepatune Nglokop'.
Pada cerita tentang parkir itu terjadi di awal-awal Ganjar menjabat. Peristiwa itu dialami disejumlah tempat karena Ganjar memilih menggunakan mobil Toyota Innova sebagai mobil dinasnya. Mungkin bagi sebagian kalangan mobil ini dianggap biasa saja dan jarang dipakai pejabat penting.
Suatu kali saat mau menghadiri acara di sebuah hotel, mobil Ganjar bahkan sempat dilarang parkir karena dia menempati tempat parkir yang disediakan khusus untuk gubernur.
Ternyata, petugas parkir tidak mengenali bahwa Ganjarlah gubernur yang dimaksud, sehingga Ganjar dilarang parkir di tempat itu.
"Pokoknya tidak boleh. Ini untuk pak gubernur," ujar petugas itu, padahal ketika itu Ganjar sendiri sudah membuka kaca mobil dan meminta sendiri untuk bisa parkir di tempat tersebut.
Tiga kisah lainnya yang tak kalah seru yakni 'Meninggalkan Dunia Hitam', 'Nyeruput Teh Gula Batu di Angkringan' dan yang terakhir yakni kisah tentang 'Numpang Kencing di Rumah Penduduk'.
Baca juga:
Aksi Ganjar berani & kontroversial, integritas atau pencitraan?
Gus Dur dan Ganjar, sama-sama lucu dan kontroversial
Kisah Mbah Bandiyem dan perempuan yang menggilai Gubernur Ganjar
Polemik pembangunan pabrik semen, Ganjar undang sedulur Sikep
Pabrik Semen Indonesia bisa bantu warga Rembang entaskan kemiskinan