Pabrik Semen Indonesia bisa bantu warga Rembang entaskan kemiskinan
Merdeka.com - Ribuan warga dari desa sekitar pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah menyampaikan aspirasi di kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mendukung pabrik Semen Indonesia di Rembang terus berjalan. Warga menyerahkan spanduk berisi 4.000 tanda tangan dukungan pembangunan pabrik Semen Indonesia ke Pemprov Jawa Tengah.
Warga Desa Timbrangan, Wa’id yang merupakan desa sekitar pabrik Semen Indonesia mengatakan bahwa kegiatan kali ini sebagai wujud apresiasi dan dukungan kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Menurutnya, kehadiran pabrik Semen Indonesia membuat kemajuan di daerah tersebut.
"Dengan adanya pabrik ini, kami berharap dapat mengentaskan kemiskinan melalui penyerapan tenaga kerja di Pabrik Semen Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (13/12).
Warga juga mengapresiasi ketegasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memberikan izin operasi pabrik Semen Indonesia. Saat ini, meskipun pabrik belum beroperasi para warga sudah merasakan manfaatnya.
"Melalui program CSR, Semen Indonesia telah melakukan banyak kegiatan seperti pembinaan UMKM, pelatihan usaha, pengobatan gratis, perbaikan sarana umum, pemberian sembako, penyalurasn beasiswa, dan pembangunan embung air, di mana apa yang telah dilakukan perusahaan tersebut telah kami rasakan manfaatnya," lanjut Waid.
Sementara itu, kuasa Hukum Serikat Karyawan Semen Indonesia, Ahmad Mihdan mengatakan hasil survei di lapangan menunjukkan bahwa warga yang menolak pabrik semen hanya sekitar 5 persen saja. Sebagian besar warga mendukung pembangunan pabrik Semen Indonesia. Mengenai isu lingkungan yang dihembuskan oleh pihak penolak, perlu dilakukan audit lingkungan oleh Pemerintah.
"Audit lingkungan dilakukan untuk pembuktian agar para warga ini tidak menjadi resah oleh isu yang mereka hembuskan. Di lokasi pabrik Semen Indonesia sudah ada 100 tambang warga lokal yang telah melakukan penambangan selama hampir 20 tahun. Tambang warga lokal itu telah ada sejak tahun 1996, itu yang dibuat isu oleh mereka jika pabrik Semen akan merusak lingkungan," kata Mihdan.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya