LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesaksian WNI Usai Kapal Misi Perdamaian Dicegat Tentara Israel

Insiden tersebut terjadi saat kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dan relawan internasional tengah menuju Gaza.

Selasa, 19 Mei 2026 20:03:28
global sumud flotilla
Kesaksian WNI Usai Kapal Misi Perdamaian Dicegat Tentara Israel (merdeka.com)
Advertisement

Tentara Israel kembali menjadi sorotan internasional setelah diduga melakukan pembajakan terhadap kapal misi perdamaian Global Sumud Flotilla (GSF) di kawasan Laut Mediterania Timur pada Senin (18/5/2026). Insiden tersebut terjadi saat kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dan relawan internasional tengah menuju Gaza.

Dalam insiden ini, terdapat lima warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh tentara Israel dan empat lainnya berhasil lolos.

Herman Budianto, salah seorang yang lolos dari upaya pembajakan tersebut bercerita ketika tentara Israel berupaya melakukan pembajakan ke kapal-kapal GSF. Dia mengaku, sejumlah drone sudah melakukan pemantauan sejak malamnya.

"Jadi pagi, kejadiannya pagi sekitar jam 8 jam 9 waktu di sini ya. Kita lihat kalau malam sih sudah kelihatan drone selalu mengawasi kalua turun, tapi kalau ini tiba-tiba kelihatan ada dua kapal perang (Israel)," kata Herman kepada Liputan6.com, Selasa (18/5/2026).

Advertisement

Dua Kapal Perang

Ketika melihat dua kapal perang tersebut, kapal-kapal dari rombongan GSF langsung melembar untuk menghindari kejaran. Akan tetapi, tentara Israel tersebut menurunkan pasukan menggunakan perahu karet untuk menghampiri kapal dari rombongan GSF.

"Mereka menurunkan perahu-perahu karet ya untuk mengejar target-target yang bisa dijangkau oleh mereka itu tadi," kata dia.

Advertisement

Meski begitu, Herman mengaku tidak ada mendegar tembakan. Hanya saja, mereka mengerahkan pasukan menggunakan perahu karet tersebut.

Kapal-Kapal Bermanuver

Herman menerangkan, saat itu kondisi sudah sangat tegang dan sejumlah kapal melakukan manuver, termasuk yang ditumpanginya.

"Kami salah satu kapal ini segera melakukan manuver-manuver ya, manuver-manuver karena kebetulan ini tim kami kapten dan lain-lainnya juga sangat berpengalamanlah dalam pengejaran-pengejaran seperti ini," kata Herman.

"Alhamdulillah kami walaupun dengan usaha yang keras dan pertolongan dari Allah, dari doa-doa semua teman-teman semuanya, akhirnya masih bisa lolos sampai sekarang ini," sambungnya.

Lebih lanjut, kapal-kapal tersebut melakukan manuver salah satunya dengab cara zig zag. Dengan begitu bisa menghidari perahu-perahu tentara Israel yang mencoba mendekatinya.

"Melakukan zig zag saja, yang penting tidak kembali (ke lokasi awal) iya tapi terus begitu dengan cara yang dilakukan oleh tim kami," jelas dia.

Dia juga menyebut, rombongan yang berangkat masih terus intens melakukan komunikasi dengan tim pusat. 

Total 57 Kapal


Herman mengatakan, dalam misi perdamaian Global Sumud Frotilla kali ini terdapat total 57 kapal.

"Yang berangkat kalau dari IHH sendiri 52, ditambah dengan yang dari koalisi yang lain itu ada 5, jadi 57 yang berangkat," jelas dia.

Saat ini, kapal tersebut menyebar berjauhan dan masih terus berlayar. Komunikasi antar tim juga terus dilakukan menggunakan sambungan radio.

"Jauh-jauh kita (kapal) memang ini menyebar jadi semua antar kapal sekarang jauh-jauh yang tersisa 10 kapal tadi yang terus berlayar ini," ungkap dia.

5 WNI Ditangkap


Lima warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap Israel saat berupaya menembus blokade Gaza melalui misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dari lima WNI tersebut, empat di antaranya merupakan jurnalis dari media nasional.

Steering Committee Global Sumud Flotilla asal Indonesia, Maimon Herawati mengatakan, lima WNI yang ditangkap terdiri dari Toudy Badai Rifan dan Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo dari Tempo, serta seorang relawan Rumah Zakat bernama Angga.

Meski demikian, Maimon menyebut kondisi para WNI tersebut diduga masih aman berdasarkan video yang dirilis Kementerian Luar Negeri Israel. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat berkomunikasi langsung dengan para WNI yang ditangkap.

“Jika melihat dari video yang dikeluarkan oleh Kemenlu Israel, kondisi teman-teman sepertinya aman. Tapi kami belum bisa menghubungi satupun di atas kapal yang sudah dikonfirmasi dibajak,” tuturnya.

Advertisement

Maimon juga membantah kabar bahwa kapal yang membawa WNI terkena penembakan. Menurutnya, insiden penembakan terjadi di kapal lain yang tidak ditumpangi warga Indonesia.

Berita Terbaru
  • Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Jurnalis Thoudy Badai Sebelum Ditangkap Israel, Obrolan dengan Ibunda Bikin Haru
  • Kesaksian WNI Usai Kapal Misi Perdamaian Dicegat Tentara Israel
  • BNN Bongkar Kasus Sabu Jaringan Aceh-Bogor, Dibawa Anggota TNI Dalam Kemasan Teh China
  • Pemprov DKI Siapkan Obligasi Daerah untuk Hadapi Tekanan Ekonomi Global
  • RS Sumber Waras Buka Suara, Ungkap Tak Ada Model Dirawat Akibat Dibegal
  • berita update
  • global sumud flotilla
  • wni
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
R
Reporter Rifqy Alief Abiyya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.