Kesaksian Jurnalis Saat Ditahan Pasukan Israel Bersama Relawan GSF
Mereka yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) telah dibebaskan setelah beberapa hari ditahan.
Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pasukan Israel saat hendak melakukan misi kemanusian, kini sudah tiba di Istanbul, Turki. Mereka yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) telah dibebaskan setelah beberapa hari ditahan.
Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho yang ikut dalam rombongan itu pun bercerita soal pengalamannya saat ditangkap pasukan Israel.
"Pas masuk di intercept itu, mereka tuh kayak malaikat. Everything is okay, it's fine, it's fine," cerita Andre kepada Koordinator Global Peace Concoy Indonesia (GPCI) Dr Maimun Herawati dalam video yang dilihat merdeka.com.
"Masuk kapal gedenya. (Langsung peragakan dipukul) Teroris! Saya ngeliat, Bu, Thoudy udah lemes, Bu," sambungnya.
Kemudian, ada satu orang perempuan yang langsung mengonfirmasi kepada Thoudy atas apa yang dikatakan Andre tersebut.
"Ya Allah Thoud, lu tuh, yang lu terkapar itu," tanya perempuan tersebut sambil dijawab senyum oleh Thoudy.
Kemudian, Andre pun kembali melanjutkan ceritanya. Ternyata, apa yang disampaikannya itu menurutnya lebih parah atau keji.
"Yang pas udah sampe Ashdod, di tanah. Wah, itu paling keji tuh. Paling keji. Enggak bisa saya maafin, Bu, bener. Kepala saya ini mungkin cekung kayak ini, Bu. Maaf, Bu," ungkapnya.
Bahkan, ketika itu Andre mengaku sempat ingin pingsan akibat ikatan tali ke tangannya yang begitu tebal. Hal itu pun membuat peredaran darahnya tidak bisa jalan dan hampir membuatnya pingsan.
"Saya nahan kadang pake pala, pake jidad. Tangannya di belakang tadi. Nah, tanganku di belakang itu mau mati karena dia ngikatnya terlalu tebel. Akhirnya peredaran darah gue nih enggak bisa jalan. Dan itu bikin gue mau pingsan," paparnya.
Perlihatkan Luka
Andre pun selanjutnya memperlihatkan luka yang ia dapatkan atas apa yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap dirinya itu.
"Ini nih ditarik-tarik," memperlihatkan tangannya.
"Tadi udah difoto?," tanya Maimun.
"Belum," jawab singkat Andre.
"Harus difoto," ujar Maimun.
"Ronsen, harusnya dokter sih. Harusnya dokter. Coba lu balik lagi ke ruangan," kata perempuan lain dalam video tersebut.
"Tadi enggak keliatan ya. Tadi enggak dikasih liat," ujar Maimun.
Perempuan yang berada dalam video itu pun menyarankan agar luka yang didapat Andre untuk segera diabadikan atau difoto.
"Ini udah difoto kok, Bu, tadi sama dokternya. Harus difoto, Ndre," pungkasnya.