Keren! 6 Desa Pelosok Nikmati Listrik 24 Jam Maluku, Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Provinsi Maluku berhasil mewujudkan layanan listrik 24 jam Maluku di enam desa pelosok, sekaligus meluncurkan program listrik gratis bagi warga kurang mampu. Bagaimana dampaknya?
Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah signifikan dalam pemerataan akses energi dengan mewujudkan layanan listrik 24 jam di enam desa pelosok. Inisiatif ini bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2025 yang jatuh pada 20 September. Peningkatan jam nyala listrik ini diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara simbolis meresmikan peningkatan jam nyala listrik tersebut di beberapa desa. Desa-desa yang kini menikmati listrik tanpa henti antara lain Waepandan, Amar Sakaru, Jerol, Tonu Jaya, dan Tahalupu. Selain itu, Pemprov Maluku juga meluncurkan program bantuan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu.
Langkah strategis ini bukan hanya sekadar penyediaan penerangan, melainkan juga upaya nyata untuk mendorong roda perekonomian. Kehadiran listrik yang stabil diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kualitas hidup warga. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan.
Dampak Positif Listrik 24 Jam bagi Masyarakat
Kehadiran layanan listrik 24 jam Maluku di desa-desa terpencil memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup. Anak-anak di desa kini dapat belajar pada malam hari dengan lebih nyaman dan efektif. Fasilitas kesehatan desa juga dapat beroperasi secara optimal tanpa terkendala pasokan listrik yang terbatas.
Peningkatan akses listrik ini juga menjadi motor penggerak bagi sektor ekonomi lokal. Pelaku usaha kecil memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas produksi mereka. Mereka tidak lagi dibatasi oleh jam operasional yang singkat karena ketiadaan listrik di malam hari.
Listrik berkesinambungan membuka peluang tumbuhnya berbagai usaha baru di desa. Mulai dari usaha rumah tangga, pengolahan hasil pertanian, perikanan, hingga pengembangan sektor pariwisata. Hal ini secara bertahap akan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan roda perekonomian di desa-desa tersebut.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi PLN dalam menghadirkan energi listrik hingga pelosok. "Apresiasi yang saya berikan bukan hanya kepada PLN, tetapi juga kepada pelanggan PLN di Maluku atas kepercayaan mereka menggunakan layanan dan produk PLN," ujar Lewerissa. Beliau menegaskan bahwa listrik adalah motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah.
Program Bantuan Listrik Gratis untuk Pemerataan Akses
Selain peningkatan jam nyala, Pemprov Maluku dan PLN juga meluncurkan program bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati layanan listrik. Terutama keluarga prasejahtera yang sebelumnya kesulitan mengakses listrik.
Bantuan ini mencakup pemasangan sambungan listrik baru beserta meteran tanpa biaya awal. Warga yang sebelumnya belum teraliri listrik kini bisa langsung mendapatkan akses tanpa terbebani biaya yang relatif mahal. Inisiatif ini sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Program listrik gratis ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan elektrifikasi di seluruh wilayah Maluku. Dengan akses listrik yang mudah, kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Keluarga kurang mampu dapat beraktivitas lebih produktif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi rumah tangga.
Enam desa pelosok yang kini menikmati layanan listrik 24 jam adalah:
- Desa Waepandan
- Desa Amar Sakaru
- Desa Jerol
- Desa Tonu Jaya
- Desa Tahalupu
- Satu desa lain yang tidak disebutkan secara spesifik dalam rilis.
Sumber: AntaraNews